Breaking News:

EURO 2020

Septinus George Saa, Tertibkan Konvoi Supporter Bola Euro dan Copa America

Rasa simpati terhadap klub atau negara peserta Euro dan Copa America tersebut dibarengi cinta tanah air.

Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Hendrik Rewapatara
KONVOI - Beberapa suporter yang melakukan Konvoi melewati Lampu merah Brimob, Kotaraja, Kota Jayapura, Papua. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Aldi Bimantara   

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Fisikawan Papua, Septinus George Saa, meminta dengan tegas kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Papua, agar menertibkan konvoi supporter bola Euro 2020 maupun Copa America 2021.

"Kita maklumi akan pilihan mereka pawai, karena kecintaan mereka kepada negara atau klub yang mereka jagokan di Euro 2021 maupun Copa America," kata Septinus kepada Tribun-Papua.com, Kamis (24/6/2021).

Dikatakan, rasa simpati terhadap klub atau negara peserta Euro dan Copa America tersebut dibarengi cinta tanah air, dan peduli akan persoalan tanah Papua hari ini.

Baca juga: Stenly Kawatu Terinspirasi Euro 2020, Lampu Daur Ulang Sampah Diminati Warga Kota Jayapura

"Kita masih dalam kondisi pandemi covid-19, sebaiknya kegiatan konvoi ini dibatasi," ujar pria yang memenangkan lomba First Step to Nobel Prize in Physics 2004 itu.

Septinus juga menjelaskan persoalan yang terjadi di Papua saat ini, dimana urusan orang Papua yang sudah "kronis" ketergantungannya, terhadap pemerintah daerah perlu dicermati.

"Semoga anak-anak muda ini juga selain cinta terhadap klub bolanya, juga bisa kritis menyoroti keadaan Papua yang sudah sangat darurat," ungkap Septinus.

Septinus juga menyinggung soal pendidikan di Tanah Papua, menurutnya, pendidikan yang katanya bisa merubah nasib dan masa depan bangsa di tanah ini, lebih cenderung jadi lahan menggarap uang negara, tanpa arah dan transparansi yang jelas.

"Banyak orang di Papua tak sadar akan program-program yang dilakukan, dalam hal asas kebutuhan dan manfaat," imbuhnya.

Isu-isu ini harus menjadi perhatian semua pihak, termasuk anak-anak muda di Papua.

"Cinta terhadap tim sepak bola tidak salah, tetapi harus cinta Papua dengan berikan atensi serta bersikap kritis untuk kemajuan Papua," ujarnya.

Pria lulusan Universitas Birmingham itu, menghimbau kepada anak-anak muda Papua, agar tidak terlena dengan euforia EURO 2021 dan Copa America. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved