Breaking News:

Wa Ode, Harga Pinang dan Sirih di Pasar Youtefa Naik

Istilah jual pinang per motor, dimana para penjual pinang menjualnya menggunakan angkutan motor. Satu motor biasanya ada tiga mayang.

Tribun-Papua.com/Hendrik Rewapatara
BUAH PINANG - Wa ode (58) saat menyusun buah pinang di para-para miliknya. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Hendrik R Rewapatara

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Harga pinang dan sirih tiga bulan terakhir di pasar Youtefa, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Papua melonjak tinggi dari harga sebelumnya Rp 1 juta hingga mencapai Rp 2 dan 3 juta per motor.

Istilah jual pinang per motor, dimana para penjual pinang menjualnya menggunakan angkutan motor. Satu motor biasanya ada tiga mayang (satu ranting atau satu ikat pinang).

"Kadang satu motor harganya Rp 2 juta sampai Rp 3 juta. Harga biasanya itu kan satu motor Rp 1 juta lebih, tapi sekarang naik," kata Wa Ode (58) saat ditemui Tribun-Papua.com, Jumat (25/6/2021),di Pasar Youtefa, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Papua.

Baca juga: Ini Manfaat Buah Pinang yang Tak Banyak Diketahui Masyarakat

Kata Wa Ode, pinang dibelinya bersumber dari Arso dan Koya. Ada juga dari Kampung Skouw.

Selain itu katanya, harga sirih per karung seharga Rp 250 ribu. Harga ini tidak termaksud harga kiloan.

"Kalau kita jual satu kilo Rp 30-35 ribu. Harganya tidak menentu,” ujarnya.

Dikatakan, dirinya juga melihat kalua masyarakat yang membeli adalah pelanggan tetapnya maka harganya diturunkan, namun sewajarnya.

“Keuntungannya bisa Rp 50 ribu sampai Rp 70 ribu. Kadang timbangan tidak cukup, kalau cukup ya kita dapat Rp 100 ribu. Pokoknya tidak menentu," jelas Wa Ode.

Sementara itu, Hasniati (40), penjual sirih di pasar Youtefa mengatakan, harga sirih saat ini Rp 35 ribu, sedangkan harga sirih sebelumnya Rp 20-25 ribu.

"Sekarang harganya naik. Kemarin saya jualnya Rp 25 ribu. Sekarang naik lagi karena pengiriman satu kilo Rp 35 ribu.

Baca juga: Harga Pinang dan Sirih di Pasar Sentral Hamadi Alami Penurunan

Dalam sehari, kata Hasniati, dirinya bisa mendapatkan tiga atau empat kantung.

Ia menjelaskan, sirih yang dibelinya bersumber dari langanan di Koya.

"Harga satu tumpuk sirih Rp 10-20 ribu, sedangkan 1 kilo 30 ribu. Harga sirih naik karena hampir semua menjualnya perkilo. Jadi pertumpuk harganya semakin rendah,” kata Hasniati. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved