ypmak
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK)

EURO 2020

Spanyol vs Swiss: Motor Matador

Tim Matador jadi tim tersubur dengan sebelas gol sejauh ini, sedang La Nati baru saja menjungkalkan juara Piala Dunia 2018, Prancis.

Editor: Roy Ratumakin
TWITTER.COM/EURO2020
Timnas Spanyol berhasil keluar sebagai pemenang pada Euro 2021. 

Untungnya, di atas kertas, Swiss tak punya pertahanan yang terlalu tangguh.

Terbukti setelah mereka kebobolan delapan gol dalam empat pertandingan. Gawatnya lagi, mereka kehilangan gelandang sentral pengatur keseimbangan, Granit Xhaka.

Kapten Swiss ini terkena akumulasi kartu hingga tak boleh bermain.

Formasi 3-4-1-2 yang diterapkan Petkovic bisa membuat mereka ekstra bertahan menjadi 5-3-2, dan itu bakal membuat para penyerang Spanyol kehilangan ruang di sepertiga akhir.

Ujung tombak Swiss, Haris Seferovic sewaktu-waktu bisa menjadi ancaman untuk skema umpan silang dari sayap. Bek jangkung ini mencetak dua gol lewat sundulan kontra Prancis.

Dan itu menjadi ancaman serius untuk duo bek tengah Spanyol, Aymeric Laporte, dan Pau Torres yang nilainya dalam urusan duel udara tak terlalu bagus.

EURO 2020 - Para pemain timnas Spanyol saat menjalani latihan.
EURO 2020 - Para pemain timnas Spanyol saat menjalani latihan. (TWITTER.COM/EURO2020)

Sebelumnya, gawang Spanyol dibobol lewat skema sundulan oleh duo penyerang jangkung, Robert Lewandowski dari Polandia,  dan Mario Pasalic dari Kroasia.

Menurut Kiper Spanyol, Unai Simon, Swiss sama berbahayanya, seperti juga Prancis. 

“Ini perempat final, kami tidak bergantung pada lawan kami, kami bergantung pada diri kami sendiri. Kami bermain untuk memenangkan Euro ini dan kami tidak keberatan siapa pun lawan kami.  Untuk bisa juara, kami harus menghadapi tim terbaik, " ujarnya kepada wartawan dikutip dari Reuters.

Simon membuat gol bunuh diri fatal kontra Kroasia. Umpan balik dari Pedri gagal ditahan dengan kakinya, yang menjadi gol bunuh diri dari jarak terjauh dalam sejarah Euro.

Namun, menurutnya karakter juara dari tim telah membuat mereka bisa bangkit dari gol bunuh diri itu, dan memukul balik Kroasia.

“Para veteran selalu memberi tahu kami bahwa turnamen besar dimenangkan oleh tim, bukan seorang pemain, dan kami adalah tim. Saya tidak tahu seberapa jauh kami akan melangkah, tetapi semua orang dapat melihat betapa bersatunya kami," ujarnya. (*)

Direct Points

- Spanyol jadi tim terproduktif dengan 11 gol

- Swiss tanpa Granit Xhaka

Sumber: BolaSport.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved