Manfaat Bayam Merah
Petani Lebih Memilih Menanam Bayam Hijau Dibanding Merah, Ini Alasannya
Petani di Abepantai lebih memilih menanam bayam hijau dari pada bayam merah.
Penulis: Putri Nurjannah Kurita | Editor: Maickel Karundeng
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Nadila Larajina
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Petani di Abepantai lebih memilih menanam bayam hijau dari pada bayam merah.
Menurut La Rama, salah satu petani di Abepantai, Kota Jayapura, menjelaskan alasan dia lebih memilih menanam bayam hijau lantaran cepat tumbuh.
"Kalau bayam hijau cepat tumbuh, jadi cepat di panen juga, kalau bayam merah lambat tumbuh," kata Rama kepada Tribun-Papua.com di Abepantai, Kamis (8/7/2021).
Menurutnya, lebih menguntungkan menananm bayam hijau dari pada bayam merah, lantaran cepat dijual.
Wa Sima mengaku sekali memanen bayam bisa sampai 400 ikat, bayam yang dipanen dijual ke pelanggannya Rp4 ribu per ikat.
Baca juga: Mengolah Bayam Merah untuk Bayi
Namun, kata dia, jika ia menjual eceran Rp5 ribu hingga Rp 6 ribu per ikat.
"Kalau untuk pelanggan, mereka ambilnya banyak terus di jual lagi biasanya saya jual Rp4 ribu per ikat," ujarnya.
Hal serupa juga disampaikan Wa Sima, petani lainnya di Kelurahan Abepantai, Distrik Abepura, Kota Jayapura.
Baca juga: Bahaya Memanaskan Bayam Merah Menurut Dokter
"Waktu panen bayam merah itu bisa sampai sebulan, kalau bayam hijau 20 hari sudah bisa di panen," kata Wa Sima.
"Kalau cepat dipanen, uang bisa lebih cepat berputar juga," kata La Rama.
La Rama mengatakan, pelanggan sayuran juga lebih cendenrung meminta bayam hijau.
Baca juga: Asal Usul Bayam Merah
"Banyak yang cari bayam hijau, kalau bayam merah ada juga tapi kadang-kadang saja, itupun pesannya dua tiga ikat," ujarnya.
Ia menambahkan, dia memanen bayam tergantung permintaan pelanggannya yang berjualan di pasar.
Harga bayam, ia menjualnya dengan harga Rp3 ribu per ikat kepada pelanggan. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/bayam-hijau.jpg)