LAWAN COVID19
PPKM di Papua Barat Dinilai Masih Longgar, Ini Kata Jubir Covid-19
Realitas di lapangan, lanjut Tiniap, potensi penyebaran Covid-19 berada di tengah masyarakat.
Penulis: Safwan Ashari Raharusun | Editor: Paul Manahara Tambunan
Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun
TRIBUN-PAPUA.COM, MANOKWARI - Juru Bicara Satuan Tugas Covid-19 Provinsi Papua Barat, dr Arnold Tiniap, mengakui aktifitas warga di wilayahnya masih longgar sepanjang pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
"Warga beraktivitas di tengah kota masih sangat longgar, sampai sekarang tidak ada perubahan," ujar Tiniap, kepada TribunPapuaBarat.com, Jumat (9/7/2021).
Ia menilai, screening di bandara dan pelabuhan hanya sebagian kecil saja.
"Sementara penyebaran Covid-19 nyata di tengah kota ini," katanya.
Baca juga: Lonjakan Pasien Covid-19, RSUD Manokwari Mulai Krisis Tabung Oksigen
Menurut Tiniap, porsentase pencegahan Covid-19 di bandara dan pelabuhan hanya berkisar 10 persen saja. Paling besar berada di tengah kota.
"Langkah screening di bandara dan pelabuhan itu bagus, kalau ditengah kota belum ada kasus," jelasnya.
Realitas di lapangan, lanjut Tiniap, potensi penyebaran Covid-19 berada di tengah masyarakat.
Padahal seharusnya, memutus rantai penyebaran Covid-19 dimulai dari masyarakat yang berada di permukiman kota. Bukan dari daerah luarnya.
"Kita ini jeli untuk memadamkan api di pinggir-pinggir, tapi yang sedang terbakar di tengah kota ini malah diabaikan," ungkap Tiniap.
Melihat fenomena ini, pihaknya meminta agar dilakukan evaluasi terhadap tim. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/01072021-ppkm-1.jpg)