Breaking News:

PENELITIAN

Warga Kampung Abar Sentani Jayapura Masih Mengenal Tradisi Berburu Tradisional

Selain dikenal sebagai kampung penghasil gerabah, dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat Kampung Abar juga masih mengenal tradisi berburu

Editor: Musa Abubar
Hari Suroto for Tribun-Papua.com
Salah satu binatang yang diburu oleh warga Kampung Abar 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Selain dikenal sebagai kampung penghasil gerabah yang masih eksis di Papua, dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat Kampung Abar juga masih mengenal tradisi berburu tradisional.

Kampung Abar terletak di Danau Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, berlokasi tidak jauh dari Bandara Sentani.

Berburu dilakukan oleh laki-laki Abar. Binatang yang menjadi target perburuan yaitu rusa, biawak, kuskus, kanguru, tikus tanah, babi hutan dan beberapa jenis burung.

Peneliti dari Arkeologi Papua, Hari Suroto mengatakan biasanya dalam berburu, masyarakat Abar dibantu oleh anjing yang dilatih khusus untuk mengejar binatang buruan. Bila sudah terkepung, binatang akan dibidik dengan panah atau tombak.

Baca juga: Balai Arkeologi Papua Temukan Fosil Kerang Laut di Danau Emfote

Satu kelompok pemburu biasanya empat atau lima orang. Sedangkan berburu dengan memasang jerat dilakukan oleh satu atau dua orang.

Jerat digunakan untuk menangkap binatang dalam kondisi hidup, misalnya kanguru, tikus tanah atau burung. Sebagai umpan biasanya digunakan kelapa kering.

"Jerat dipasang di hutan atau savana yang jauh dari pemukiman. Jerat dipasang pada sore hari, kemudian dicek keesokan harinya," kata Hari Suroto kepada Tribun-Papua.com di Jayapura, Sabtu (10/7/2021).

Baca juga: Ditinggal Ibu Ambil Makanan, Balita 2 Tahun Tewas Tersetrum Pompa Air di Depan Rumah

Jika lewat dari itu, kata dia, binatang yang terjerat dapat dipastikan akan mati.
Dalam berburu babi, jika mendapatkan anak babi, maka anak babi akan dibawa ke kampung untuk dipelihara.

Pada masa lalu, menurut dia, pemburu Abar percaya pada kekuatan magis, misalnya mengucapkan mantera tertentu, untuk memberkati setiap alat berburu agar mendapatkan hasil buruan yang banyak.

Baca juga: Panglima TNI Sidak Kesiapan RS Lapangan untuk Pasien Covid-19, Jenderal Andika: Kami Punya 60 Dokter

Hasil buruan akan dijual di Pasar Lama Sentani pada sore hari. Untuk satu ekor kuskus dihargai Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu.

Untuk menjaga kelestarian binatang endemik Papua seperti kanguru, kuskus dan berbagai jenis burung lainnya, perlu dilakukan sosialisasi dan kampaye untuk mengajak kepedulian semua pihak dalam menjaga kelestarian fauna endemik Papua.

Baca juga: Boaz Solossa Didepak Persipura, Komentar Bambang Pamungkas: Semua Bintang Pasti Ada Kontroversinya

Saat ini, ancaman fauna endemik Papua di hutan dan savana Abar yaitu, keberadaan para pemburu dari luar, yang berasal dari Kota Jayapura, mereka menggunakan mobil land rover atau offroad yang mampu menjangkau medan yang berat.

"Mereka dalam berburu menggunakan senapan, dilakukan pada malam hari, dengan rute dari Kampung Puay melalui Danau Love yang terletak di selatan Kampung Abar," tambah dia. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved