Breaking News:

LAWAN COVID 19

FKUB Papua Barat Dukung Kebijakan Pemerintah soal PPKM Darurat, Ibadah dari Rumah

Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Papua Barat, pendeta Sadrak Simbiak, menegaskan pihaknya akan tetap mendukung keputusan pemerintah

Penulis: Safwan Ashari Raharu | Editor: Musa Abubar
Tribun-Papua.com/Safwan Ashari Raharusun
Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Papua Barat, pendeta Sadrak Simbiak 

Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun

TRIBUN-PAPUA.COM, MANOKWARI - Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Papua Barat, pendeta Sadrak Simbiak, menegaskan pihaknya akan tetap mendukung keputusan pemerintah.

"Kami bersama teman-teman lintas agama di Papua Barat, akan menindaklanjuti keputusan ini," kata Simbiak kepada awak media di Manokwari, Senin (12/7/2021).

Saat ini, kata dia, secara teknis masing-masing agama saat ini telah mengambil langkah.

Baca juga: Pungli Rp 4 Juta Pemikul Jenazah Covid-19 Tak Terbukti, Polisi: Ibu YT Deal Sendiri dengan Warga

"Salah satunya yakni, mengalihkan tempat peribadatan ke rumah masing-masing, dan ada yang secara online/daring," ujarnya.

"Kita akui, memang ada beberapa yang kurang merespons, dan ini menjadi tantangan bagi FKUB," katanya.

Dalam waktu dekat, kata dia, pihaknya akan melakukan rapat dengan seluruh pengurus FKUB se-Kabupaten Kota di Papua Barat.

Baca juga: Dengar Penjelasan dr Lois soal Covid-19 di India, Hotman Paris Tertawa: Nggak Ada Kecelakaan Ah

"Kalau tidak ada peran dari masing-masing tokoh agama, maka akan memberatkan upaya pemerintah untuk menahan lonjakan kasus terkonfirmasi positif corona," ujarnya.

Selanjutnya, pihaknya akan mengembalikan ke masing-masing lintas agama, untuk mengatur secara teknis ke dalam.

Baca juga: Jelang PON, Kapolda Papua Kunjungi Posko Covid-19 Provinsi Papua

"Kami juga akan sampaikan hasil rapat hari ini ke Kabupaten Kota, dan selanjutnya mengambil langkah bersama," katanya.

Selain itu, tambah dia, saat ini sejumlah gereja dan masjid telah mengambil langkah, untuk melakukan ibadah dari rumah.

"Kita telah terbitkan surat, untuk mengalihkan tempat peribadatan dan hindari kerumunan," katanya.(*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved