Breaking News:

PAPUA BARAT TERKINI

Diduga Palsukan Surat Rapid Antigen, Polisi Tangkap Satu Warga Manokwari

Polda Papua Barat, menangkap seorang warga Manokwari, berinisial R (24) yang diduga terlibat pemalsuan pembuatan surat rapid antigen

Penulis: Safwan Ashari Raharu | Editor: Musa Abubar
Thisiswhyimbroke.com/Tihk|Patent Pending
Ilustrasi penangkapan 

Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Kepolisian Daerah (Polda) Papua Barat, menangkap salah satu warga Manokwari, berinisial R (24) yang diduga terlibat pemalsuan pembuatan surat rapid antigen palsu.

Penangkapan terjadi di Jalan Yos Sudarso, Pasar Sanggeng, Kelurahan Sanggeng, Distrik Manokwari Barat, Kabupaten Manokwari, pukul 12.30 WIT.

Baca juga: 237 Warga Bhayangkara Jayapura Ikuti Vaksinasi Covid-19

Dir Reskrimum Polda Papua Barat, Kombes Pol Ilham Saparona mengatakan pihaknya telah melakukan penangkapan terhadap pelaku berinisial R pada Jumat, 2 Juli 2021.

"Tim Direktorat Reskrimum Polda Papua Barat, melakukan penangkapan kepada pelaku pemalsuan surat rapid palsu,"kata Saparona melalui rilis yang diterima TribunPapuaBarat.com, Kamis (15/7/2021).

Baca juga: Penerapan PPKM Berdampak Pada Pengusaha Odong-odong di Kota Jayapura

"Surat tersebut digunakan oleh pelaku perjalanan laut dari Kabupaten Manokwari dengan tujuan Teluk Wondama," ujarnya.

Dia mengatakan, saat melaksanakan aksinya, pelaku mengaku ingin mencari keuntungan dan biaya hidup sehari-hari.

Baca juga: Info CPNS: Cek Syarat Daftar Formasi Khusus Putra/Putri Papua dan Papua Barat di Kementerian Agama

"Pelaku melakukan scan surat rapid, kemudian diedit dengan menggunakan laptop," katanya.

Tak hanya itu, pelaku juga memiliki cap stempel salah satu Laboratorium yang ada di Jalan Bandara Rendani, Manokwari.

Baca juga: Dari 603 Sampel yang Diperiksa, 302 Terkonfirmasi Positif Covid-19 di Sorong

"Memang sudah dimiliki oleh pelaku, dan suratnya ditanda tangani sendiri," ujarnya.

Saparona mengungkapkan, pelaku baru bekerja di salah satu jasa pengetikan sejak Mei 2021.

Baca juga: Wapres akan Pimpin Badan Khusus di Papua seperti yang Tertuang dalam RUU Otsus, Apa Tugasnya?

"Dia sudah memalsukan kurang lebih 10 surat, sasaran surat rapid tersebut mengatasnamakan salah satu Laboratorium di jalan Rendani," katanya.

Berdasarkan keterangan pelaku, satu surat dihargai Rp100 ribu.

Baca juga: Beberapa Cara Mengusir Lalat di Rumah, Ternyata Bisa Gunakan Cengkeh

"Total semenjak pelaku dalam memproduksi rapid palsu, keuntunga yang sudah didapatkan kurang lebih satu juta," ujarnya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 263 Ayat (1) KUHP Jumto Pasal 268 Ayat (1) KUHP. Pelaku terancam hukuman maksimal enam tahun penjara.(*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved