Breaking News:

LAWAN COVID19

Penyekatan Malam Hari Tak Efektif, Jubir Satgas Covid-19: Hanya Kelelawar yang Berkeliaran

Mnurut Jubir Satgas Covid-19, seharusnya yang ditertibkan penerapan protokol kesehatan dan aktivitas masyarakat sepanjang hari. Bukan malam hari saja.

Penulis: Safwan Ashari Raharusun | Editor: Paul Manahara Tambunan
Tribun-Papua.com/Safwan Ashari Raharusun
PENYEKATAN - Sejumlah petugas keamanan menyekat ruas jalan di masa PPKM Darurat di Manokwari, Papua Barat, Kamis (15/7/2021) malam. Penyekatan aktivitas warga malam hari dinilai tak efektif. 

Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun

TRIBUN-PAPUA.COM, MANOKWARI - Juru Bicara Satuan Tugas Covid-19 Provinsi Papua Barat, dr Arnold Tiniap menilai penyekatan di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat masih belum efektif. 

Seharusnya yang ditertibkan adalah penerapan protokol kesehatan (Prokes) dan aktivitas masyarakat sepanjang hari. 

"Aktivitas masyarakat sepanjang hari harus menerapkan protokol kesehatan, dan mengurangi kerumunan," ujar Tiniap lewat gawainya kepada TribunPapuaBarat.com, Jumat (16/7/2021). 

Menurutnya, penertiban malam hari tak tepat. Sebab, semua orang sudah ada di dalam rumah. 

Baca juga: Diduga Palsukan Surat Rapid Antigen, Polisi Tangkap Satu Warga Manokwari

Baca juga: Stok Obat Terkait Penanganan Covid-19 di Manokwari, Papua Barat Kosong

"Hanya kelelawar saja yang berkeliaran di malam, kalau manusia secara biologis mereka sudah kembali ke rumah," ujarnya.

Tiniap berpendapat dampak penertiban aktivitas malam hari sangat kecil.

"Tetapi yang penting adalah tertibkan prokes sepanjang hari," jelasnya. 

Apabila ada warga ditemukan melanggar Prokes, lanjut dia, petugas harus memberikan sanksi tegas.

"Untuk warung kalau kita baca aturannya, yang dibatasi makan di tempat, bukan hanya malam tetapi sepanjang hari, termasuk siang," kata Tiniap. 

Bahkan ia menilai penyekatan malam hari akan sia-sia, sementara Prokes sepanjang hari tidak ditertibkan. imbuhnya. 

"Nanti rumah sakit lumpuh, tidak ada oksigen dan obat, baru kita saling menyalahkan," ujar Tiniap.(*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved