Breaking News:

Kerusuhan Dogiyai

Pascaaksi Kerusuhan di Dogiyai Papua, Aparat Kemanan Lakukan Pengamanan Ketat

Dalam aksi pembakaran tersebut menewaskan satu waga pendatang yaitu Hendrik Simatupang yang hangus terbakar di dalam rumah toko (ruko) miliknya.

Editor: Roy Ratumakin
Istimewah
Kondisi kendaraan milik warga yang terbakar. 

TRIBUN-PAPUA.COM: Pascaaksi pembakaran 32 rumah milik warga hingga kios di Kampung Ikebo, Distrik Kamuu, Kabupaten Dogiyai, Papua, pada  Kamis (16/7/2021) malam, aparat gabungan TNI-Polri melakukan pengamanan ketat.

Dalam aksi pembakaran tersebut menewaskan satu waga pendatang yaitu Hendrik Simatupang yang hangus terbakar di dalam rumah toko (ruko) miliknya.

Selain itu juga, seorang ibu bernama Ester Paruka mengalami luka panah pada bagian bawah ketiak sebelah kiri.

Baca juga: Empat Warga Jadi Korban Aksi Pengerusakan dan Pembakaran 32 Rumah di Dogiyai

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal, Jumat (16/7/2021) malam, mengatakan pascaaksi pembakaran tersebut, pihaknya dibantu TNI telah melakukan pengamanan secara ketat di wilayah tersebut.

"Saat ini personil gabungan Polsek Kamuu dan Polres Nabire terus melakukan patroli untuk mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan," kata Kamal.

Dijelaskan, awal mula terjadinya pembakaran oleh sekelompok orang tersebut dipicu sekelompok pemuda yang tak terima ditegur oleh aparat lantaran masuk di runway Bandara Moanemani.

Setelah ditegur, sekelompok orang datang dan langsung menyerang lima personel dengan menggunakan senjata tajam serta batu.

Baca juga: Ini Kronologis Pengerusakan dan Pembakaran 32 Rumah Warga di Dogiyai

Aksi itu mengakibatkan dua anggota Paskhas TNI AU menjadi korban, dan kini mendapatkan perawatan medis.

Dua anggota Pashkas TNI AU tersebut ialah Didik Prayudi terkena pukulan batu di bagian kepala, dan Atok Tri Utomo terkena parang.

Pascakejadian tersebut, warga pendatang yang tak tahu menahu soal pertikaian tersebut memilih untuk mengungsi di pos keamanan terdekat.

"Pukul 05.43 WIT, masyarakat mulai memadamkan api yang ada di Kampung Ikebo menggunakan peralatan seadanya karena terlihat adanya korban jiwa dari kejadian tersebut," tutur Kamal.

Sekira pukul 06.41 WIT, Kapolsek Kamuu Iptu Mikael Ayomi tiba di lokasi guna mengevakuasi jenazah Hendrik Simatupang yang gosong terpanggang. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved