Breaking News:

Kerusuhan Dogiyai

Kerusuhan Dogiyai Dinilai Akibat Arogansi Aparat Keamanan

Aparat keamanan selalu dicurigai masyarakat Dogiyai terlalu berlebihan, mengedepankan pendekatan dengan militeristik, dan jauh dengan masyarakat.

Editor: Ridwan Abubakar Sangaji
Istimewah
salah korban ketika dievakusi aparat dari puing-puing 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Kasus kericuhan di Dogiya yang berbuntut pembakaran puluhan rumah, dinilai merupakan arogasni aparat keamanan.

Hal itu di Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Papua Alfred Fredy Anouwper, Sabtu (17/7/2021).

Baca juga: Sekelompok Orang di Dogiyai Serang dan Bakar 32 Rumah, Satu Warga Tewas

Menurutnya warga di Dogiyai sangat harmonis dengan siapapun, termasuk bersama aparat keamanan dan orang non Papua.

"Kehidupan sosialnya sangat tinggi. Tidak pernah juga ada keributan dengan siapapun. Apalagi buat onar," katanya.

Pada saat itu, kata dia, aparat keamanan yang tugas di Kamuu dan Mapia (saat itu) sangat akrab dengan masyarakat. Kehidupan sosial sangat terasa.

Baca juga: Pengurus Minta SBY dan AHY Ganti Plt Sekretaris DPD Demokrat Provinsi Papua

"Kalau ada masalah, aparat keamanan sama sekali tidak pernah turun lapangan dengan membawa senjata. Mereka selalu mengedepankan pendekatan humanis. Mereka selalu berusaha selesaikan masalah dengan baik-baik," katanya.

Menurut dia, aparat keamanan selalu dicurigai masyarakat Dogiyai terlalu berlebihan, mengedepankan pendekatan dengan militeristik, dan jauh dengan masyarakat.

Baca juga: Menyeramkan, Suara Tangisan dan Minta Tolong, Pasca Tewasnya Janda Tanpa Busana di Argapura Jayapura

"Orang tua kami terkesan dengan cara pendekatan dan penanganan masalah dari aparat keamanan saat itu. Keadaan tersebut sangat berbeda jauh setelah hadirnya kabupaten," ujarnya.

Beberapa kali terjadi masalah di Dogiyai, kata dia, aparat keamanan selalu turun dengan senjata lengkap. Hal ini tentu membuat masyarakat takut.

"Saya sebagai wakil rakyat Papua utusan Meepagoo, saya minta kepada aparat keamanan yang bertugas di Dogiyai, harus selalu mengedepankan pendekatan humanis dan kemanusiaan,"katanya.

Dirinya meminta aparat keamanan dan Pemerintah Kabupaten Dogiyai duduk bersama menyelesaikan masalah pengerusakan dan pembakaran yang terjadi di daerah itu,

"Saya minta kepada pemerintah daerah dan DPR Kabupaten Dogiyai bersama dengan semua stakeholder duduk bersama dan cari akar persoalannya,"ujarnya.

Baca juga: Menkopolhukam Mhafud MD Sikapi Kasus Yalimo

Diberitakan sebelumnya sekelompok orang yang menyerang serta membakar 32 rumah warga hingga kios di Distrik Kammu, Kabupaten Dogiyai, Kamis (15/7/2021).

Kasus itu dipicu sekelompok pemuda tak menerima ditegur aparat lantaran masuk di Runway Bandara Moanemani.

Setelah ditegur, sekelompok orang datang menyerang lima personel dengan menggunakan senjata tajam serta batu.(*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved