Warga Blokade Jalan Trikora
Hindari Kemacetan, Warga Bisa Lewat Belakang Kantor Bupati Manokwari
Jalur belakang kantor tersebut merupakan alternatif, sekaligus menghindari kemacetan dan menumpuknya pengendara yang tak bisa melintas
Penulis: Safwan Ashari Raharusun | Editor: M Choiruman
Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun
TRIBUN-PAPUA.COM, MANOKWARI - Untuk menghindari kemacetan dan tertumpuknya pengendara yang tak bisa melintasi Jalan Trikora Sowi Marampa, Distrik Manokwari Selatan, Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat, para pengguna jalan diminta untuk lewat di belakang Kantor Bupati Manokwari.
Artinya, para pengendara yang berasal dari kota menuju Arfai Distrik Manokwari Selatan atau sebaliknya, dari arah Arfai Distrik Manokwari Selatan menuju dalam kota, bisa lewat jalur belakang kantor Gubernur Papua Barat arah Kantor Bupati Manokwari.
• BREAKING NEWS: Gara-gara Kejang setelah Diamankan Polisi, Warga Blokade Jalan Marampa Manokwari
Karena jalur belakang kantor tersebut merupakan jalur alternatif, sekaligus untuk menghindari kemacetan dan menumpuknya pengendara yang tak bisa melintas karena aksi blokade warga yang hingga pukul 20.47 masih melakukan aksi bakar kayu bekas di tengah jalan.
Hingga berita ini diturunkan, petugas Kepolisian dari Polres dan Polda Papua Barat masih melakukan negosiasi dan meredam emosi warga, sekaligus meminta warga agar segera bubar dan meninggalkan lokasi.
• Pengguna Jalan Trikora Sowi Marampa Tertahan Akibat Blokade Warga
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun TribunPapua-Barat.com di lokasi kejadian, aksi pemblokadean jalan sejumlah warga dilakukan menyusul adanya warga yang tiba-tiba kejang usai diamankan polisi.
Warga tersebut awalnya diduga mabuk. Kemudian diamankan petugas dan diantar pulang ke rumah. Sesampai di rumahnya, ternyata orang tersebut kejang-kejang.
• Update Virus Corona di Papua dan Papua Barat, Selasa 20 Juli 2021: Total Kasus Capai 40.122
Kejadian itu yang memancing emosi warga melakukan aksi blokade jalan. Warga tidak terima kondisi seorang tetangganya yang tiba-tiba kejang tersebut.
Selain melakukan aksi blokade jalan, warga setempat juga menduduki pos polisi Sowi Marampa sambil sebagian membakar kayu bekas di tengah jalan. (*)