Breaking News:

Papua Terkini

Korban Banjir Bandang Sentani Akan Gugat Pemkab Jayapura soal Bantuan Rumah

Menurut warga, pemeratan bantuan rumah kepada para korban banjir belum maksimal, karena pemerintah hanya berikan bantuan kepada sekelompok warga saja.

Editor: Paul Manahara Tambunan
Tribun-Papua.com/Hendrik Rewapatara
RUMAH - Bantuan 300 unit rumah Pemkab Jayapura dan Yayasan Budha Tzu chi di Kampung Kemiri, Sentani. Pemerintah setempat dinilai abaikan hak korban banjir bandang lainnya. 

TRIBUN-PAPUA.COM,SENTANI - Sejumlah warga Sentani korban banjir bandang pada 16 Maret 2019, bakal menggugat Pemerintah Kabupaten Jayapura atas pemulihan bencanana melalui penyediaan rumah bagi mereka.

Pemerintah dianggap tak adil. Sebab, 300 unit rumah yang baru selesai dibangun di Kampung Kemiri belum tercukupi bagi warga lainnya. 

Karenanya, warga Kampung Milinik, Sosial, Taruna, dan Toladan bakal melayangkan gugatan class action terhadap pemerintah lewat pengacara atau lembaga bantuan hukum.

“Saya sangat sayangkan pembagian itu. Kami akan lakukan gugatan Class Action atau gugatan kelompok terhadap pemerintah atas pembagian bantuan rumah tinggal yang tidak merata,” kata Jerby Weya (26), seorang warga Sentani kepada Tribun-Papua.com di Sentani, Rabu (21/7/2021).

Baca juga: Bantuan Rumah Dinilai Tak Merata, Korban Banjir Bandang Sentani Siap Gugat Pemkab Jayapura

Baca juga: Warga Protes Sanksi Rp50 Ribu Bagi Pelanggar PPKM Mikro di Sentani Jayapura

Ia mempertanyakan mengapa hanya warga kampung Kemiri yang mendapatkan bantuan berupa 300 unit rumah baru.

Selain dari pemerintah, bantuan pembangunan rumah itu juga datang dari Yayasan Budha Tzu Chi.

Jerby mengatakan bantuan 300 unit rumah tinggal yang telah dibangun tersebut sudah dihuni beberapa keluarga, namun sebagian unit masih kosong.

Seharusnya, kata Jerby, bantuan rumah bagi korban banjir bandang diberikan secara merata, dan tidak hanya warga Kampung Kemiri saja. 

Sementara, sebagian besar korban banjir bandang Sentani hanya menerima bantuan pada tahap awal penanganannya, itu pun hanya untuk setahun.

Terdapat 70 Kepala Keluarga (KK) di Kampung Milinik, Sosial, Taruna, dan Toladan yang telah terdata rumahnya rusak berat.

Pernyataan Jerby, juga dirasakan Kordinator Gugatan Class Action, Nelson Yohsua Ondi (30).

Menurutnya, pemeratan bantuan rumah kepada para korban banjir belum maksimal, karena pemerintah hanya berikan bantuan kepada sekelompok warga saja.

"Pernah ada janji secara lisan dari pemerintah bahwa akan ada bantuan berupa uang untuk korban lainya tapi sampai saat ini belum ada realisasi," ungkap Nelson.

Dia berharap Pemkab Jayapura segera melakukan pertemuan bersama para korban banjir bandang Sentani, guna memberikan penjelasan.

"Harus ada kejelasan apakah 300 unit rumah itu hanya diperuntukkan bagi warga Kampung Kemiri, atau bagi semua korban banjir bandang yang kehilangan rumah. Jangan ada diskriminasi,” ujarnya. (*).

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved