Breaking News:

Hukum

Unipa Manokwari Bawa Kasus Demo Brutal ke Jalur Hukum

Septus menyebut aksi yang dilakukan mahasiswa di Unipa bersifat anarkis, dan telah memakan korban jiwa.

Tribun-Papua.com/Safwan A Raharusun
DEMO BRUTAL - Rektor dan pihak kepolisian berkoordinasi, pascademo brutal yang memakan korban di Unipa Manokwari, Papua Barat, Kamis (22/7/2021). 

Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun

TRIBUN-PAPUA.COM, MANOKWARI - Rapat Senat Universitas Papua (Unipa) Manokwari memutuskan kasus aksi demo oleh mahasiswa yang berujung perusakan fasilitas serta penganiayaan pegawai di kampusnya akan dibawa ke ranah hukum.

Hal ini disampaikan Wakil Rektor I Unipa Manokwari, Septus Marten Fatem kepada sejumlah awak media, usai menggelar rapat senat, Kamis (22/7/2021).

"Berdasarkan keputusan Senat, meminta pihak berwajib untuk melakukan proses hukum kepada pelaku," kata Fatem di depan gedung Rektorat Unipa Manokwari.

Baca juga: Unipa Manokwari Tunda Wisuda dan PKKMB Akibat Demo Brutal

Baca juga: Rektor Unipa Akan Keluarkan Mahasiswa yang Terlibat Demo Brutal dan Aniaya Pegawai

Bahkan, pihaknya telah membuat laporan polisi pada Rabu (21/7/2021).

"Rektor mengeluarkan surat, meminta kepada pihak berwajib (Kapolres dan Kapolda), untuk membantu melakukan penertiban kondisi kampus," ujarnya.

Septus menyebut aksi yang dilakukan mahasiswa di kampusnya bersifat anarkis, dan telah memakan korban jiwa.

Aparat Masuk Kampus

Sementara itu, Fatem menyatakan masuknya aparat keamanan ke area kampus, meruapakan kondisional.

"Tindakannya tidak lagi demokratis, sudah aksi anarkis dan diboncengi dengan kepentingan orang lain," ungkapnya. 

Karenanya, Rektorat dan Senat memiliki kewenangan untuk meminta aparat keamanan melakukan pengamanan kampus. 

"Itu didukung oleh Senat 100 persen," tegas Fatem.

Terkait ini, Kapolres Manokwari AKBP Dadang Kurniawan, mengaku dirinya telah berkoordinasi dengan pihak Rektor terkait laporan polisi.

"Sudah ditindaklanjuti, dan hari ini kami laksanakan mulai dari olah TKP," katanya. 

"Kami menindaklanjuti laporan yang telah dibuat, jadi tidak ikut ranahnya Rektorat. Kami hanya melanjutkan apa yang dilaporkan," tegasnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved