Covid 19 Papua
Sejumlah Daerah di Papua Barat Mulai Krisis Tabung Oksigen
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat, Otto Parorrongan mengakui kondisi tabung oksigen saat ini dalam kondisi krisis
Penulis: Safwan Ashari Raharu | Editor: Maickel Karundeng
"Kita saat ini mulai kelabakan, mau cari oksigen dimana lagi. Para pasien kalau sudah dalam kondisi seperti ini," katanya.
Baca juga: Berstandar Olimpiade, Arena Aquatic Venue PON XX Papua Punya Fasilitas Mewah dan Canggih
"Kemarin ada pasien yang mau masuk, namun tidak ada oksigen dan tempat tidur, akhirnya dipending," ujarnya.
Rebutan Oksigen
Tak hanya itu, Tiniap juga menambahkan, saat ini pasien di rumah dan RSUD saling berebutan oksigen.
"Jadi kalau ditempat pengisian, jika kita di RSUD tidak cepat, maka masing-masing keluarga akan datang bayar dan ambil tabung oksigennya," ujarnya.
Baca juga: Perbandingan Xiaomi Redmi Note 10 5G dan Samsung Galaxy A22 5G, Spesifikasi dan Harga Hampir Sama
"Kondisi kita di Manokwari sekarang seperti ini, jadi saling berebutan siapa cepat dia dapat," kata Tiniap.
"Kita kadang-kadang, kekurangan oksigen karena masyarakat sudah ambil duluan," ujar Direktur RSUD Provinsi Papua Barat ini.
Kebutuhan Oksigen Perhari
Selain itu, Tiniap mengaku, untuk kebutuhan di RSUD Provinsi Papua Barat, perhari mencapai 100 tabung oksigen.
"Namun, yang kita dapat saat ini hanya 20 untuk perharinya," kata Tiniap.
Baca juga: Menanti Tuah Boaz Solossa di Borneo FC
"Padahal, pasien yang dirawat di RSUD Provinsi Papua Barat, seharian butuh 100 tabung oksigen," ujarnya.
"Satu pasien dalam sehari, butuh 10 tabung oksigen," tambah dia.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/oksigen-1.jpg)