Covid 19 Papua
Pasien Covid-19 Setiap Hari Gugur, Lokasi Makam Nyaris Penuh
Angka kematian pasien akibat terpapar Covid-19 di Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat, terus mengalami kenaikan
Penulis: Safwan Ashari Raharu | Editor: Maickel Karundeng
Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun
TRIBUN-PAPUA.COM,MANOKWARI - Angka kematian pasien akibat terpapar Covid-19 di Kabupaten Manokwari, Provinsi Papua Barat, terus mengalami kenaikan.
Demikian disampaikan Rian Sandika (40), seorang pekerja tukang di pemakaman pasien Covid-19, di Arfai, Distrik Manokwari Selatan, Kabupaten Manokwari.
Baca juga: Arab Saudi Wajibkan Karantina di Negara Ketiga, Biaya Umrah Bisa Membengkak 2 hingga 3 Kali Lipat
"Selama tiga minggu, saya melihat hampir tiap hari petugas memakamkan jenazah," kata Sandika kepada TribunPapuaBarat.com, Rabu (28/7/2021).
Bahkan, kata pria dua anak ini, hampir setiap hari tidak terlewatkan dengan bunyi pemakaman jenazah Covid-19.
"Makam-makan itu (Muslim dan Kristen), semua hampir penuh semua,"ujar Sandika.
Selain itu, ia mengaku, yang rata-rata yang meninggal adalah pasien dengan riwayat perjalanan jauh.
Baca juga: Penerapan PPKM, Antusias Pembeli Bendera Merah Putih di Jayapura Menurun
Melihat situasi sekarang, pihaknya pun merasa ketakutan, dan mengajak semua pihak untuk mematuhi protokol kesehatan.
"Terutama yang masih berbaur di khalayak ramai, harus patuhi protokol kesehatan,"katanya.
Tren kasus pasien meninggal dunia akibat terkonfirmasi positif Covid-19, di Papua Barat, mengalami kenaikan.
Baca juga: Tolak Penutupan Akses, Manager Hom Premiere Minta Gubernur Lukas Berikan Solusi Konkret
Berdasarkan laporan Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Papua Barat, hingga Selasa 27 Juli 2021, pasien positif corona mencapai 273 orang.
Saat ini, Kota Sorong 83 orang dan Kabupaten Manokwari 54 orang, menduduki urutan pertama dengan jumlah terbanyak di antara daerah lain di Papua Barat.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/pemakaman-covid.jpg)