Ekonomi

Penjualan Bendera Jelang HUT RI 17 Agustus Turun Drastis akibat PPKM Level 4

Dalam sehari, Irfan mengaku hanya mendapatkan R200 ribu. Padahal sebelumnya, ia bisa memperoleh penghasilan hingga Rp 500 ribu sehari.

Tribun-Papua.com/Patricia Laura Bonyadone
Salah satu pedagang yang berjualan bendera merah putih di Kota Jayapura 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 menyebabkan menurunya antusias warga Kota Jayapura untuk membeli bendera merah putih, mejelang HUT RI ke-76, yang jatuh pada 17 Agustus mendatang.

Sementara,  pedagang musiman bendera merah putih menjamur di sejumlah titik sekitar kota ini.

Satu di antara pedagang bendera, Irfan Johan Nio (33), mengaku tak lagi menghasilkan uang yang cukup dari penjualan bendera sperti sebelumnya.

"Agak sulit ya, soalnya lagi pandemi juga, penjualan yang biasanya laku banyak, saat ini malah nggak dapet," kata Irfan kepada Tribun-Papua.com, Rabu (28/7/2021).

Perantau asal Malang, Jawa Timur, tersebut menjelaskan, sepinya pembeli sudah dia rasakan sejak 17 Agustus tahun lalu.

Dalam sehari, Irfan mengaku hanya mendapatkan R200 ribu. Sebelumnya, ia bisa memperoleh penghasilan hingga Rp 500 ribu sehari.

"Ini memang bukan pekerjaan tetap, namun setidaknya bisa mendapat uang untuk makan keluarga saya," kata pria yang berdomisili di perumahan BTN Kampkey, Abepura.

Meski hanya berjualan mengikuti musim, dan mengeluarkan ongkos cukup terjangkau, namun Irfan berharap bisa memperoleh pemasukan.

Irfan menjual umbul-umbul, bendera berukuran kecil, bendera merah berukuran sedang hingga bendera hias lainnya.

Adapun titik yang menjadi tempat berjualan bendera yakni di depan Lapangan Bola Trikora Abepura, Kota Jayapura.

"Saya jualan mulai pukul 07.00 WIT hingga pukul 17.00 WIT," kata Irfan. (*)

Sumber: Tribun Papua
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved