Breaking News:

Soal Kekerasan yang Dilakukan TNI AU, Lukas Enembe: Warga Harus Tetap Tenang dan Terus Pantau Proses

Gubernur Papua, Lukas Enembe meminta warganya untuk tenang dan tidak berlebihan merespons peristiwa yang menimpa pemuda di Merauke.

Editor: Claudia Noventa
Tribun-Papua.com/Ridwan Abubakar Sangaji
Gubernur Papua Lukas Enembe. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Gubernur Papua, Lukas Enembe meminta warganya untuk tenang dan tidak berlebihan merespons peristiwa yang menimpa pemuda di Merauke.

Diketahui, dua personel TNI AU POM Lanud Yohanes Abraham Dimara Merauke melakukan tindakan kekerasan kepada seorang pemuda bernama Steven, pada Selasa (27/7/2021).

Melalui juru bicaranya, Muhammad Rifai Darus, Lukas Enembe meminta warganya untuk tenang dan terus memantau perkembangan kasus tersebut.

"Gubernur Papua meminta kepada seluruh warga Papua untuk tetap tenang dan terus memantau proses yang sedang berjalan terhadap kedua aparat TNI AU yang melakukan kekerasan dan penyiksaan tersebut. Gubernur menekankan agar situasi aman dan kondusif tetap harus dikedepankan dalam masa pandemi ini," ujarnya melalui keterangan tertulis, Rabu (28/7/2021).

Salah satu anggota POM Lanud Yohanes Abraham Dimara Merauke, tengah menjalani pemeriksaan setelah melakukan aksi kekerasan kepada seorang pemuda, Steven, Papua, Selasa (26/7/2021).
Salah satu anggota POM Lanud Yohanes Abraham Dimara Merauke, tengah menjalani pemeriksaan setelah melakukan aksi kekerasan kepada seorang pemuda, Steven, Papua, Selasa (26/7/2021). (Dok Humas Lanud Yohanes Abraham Dimara Merauke)

Baca juga: Pendaftaran PPPK Guru di Papua dan Papua Barat Resmi Diperpanjang hingga 31 Juli 2021

Baca juga: Terkait Cawagub Papua, PKPI : Jangan Ada Kepentingan Kelompok Politik

Melihat perkembangan kasus Covid-19 di Papua yang masih terus meningkat, Lukas Enembe meminta agar masyarakat tidak melakukan aksi yang berpotensi menyebabkan terjadinya kerumunan.

Dia pun meminta peristiwa serupa tidak terulang karena berpotensi menganggu kestabilan situasi keamanan di Papua secara keseluruhan.

"Gubernur Papua berharap agar pelaku kekerasan dan penyiksaan terhadap warga sipil asal Merauke tersebut dapat ditindak sesuai hukum yang berlaku. Selain itu, Gubernur juga berharap agar seluruh aparat penegak hukum yang ada di Papua dapat menjadikan ini sebagai pelajaran dan refleksi diri, agar ke depan hal serupa tidak lagi terulang," kata Rifai.

Apresiasi Respons Cepat TNI AU
Lukas Enembe juga mengapresiasi TNI AU yang merespons cepat kejadian tersebut.

"Gubernur Papua tidak lupa berterima kasih kepada seluruh jajaran TNI AU yang bertindak cepat dalam memberi respons atas insiden kekerasan tersebut. Banyak permintaan maaf yang terucap dan diterima oleh publik Papua, mulai dari Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Fadjar Prasetyo, Kadispenau Marsma Indan Gilang hingga Komandan Lanud Yohanes Abraham Dimara Merauke Kolonel Pnb Herdy Arief Budiyanto. Semoga insiden seperti ini tidak lagi terulang di tanah Papua maupun daerah lainnya," kata Rifai.

Baca juga: Soal Tindak Kekerasan oleh Prajurit TNI AU di Papua, Ini Sikap dan Tuntutan Uskup Agung Merauke

Diberitakan sebelumnya, video aksi kekerasan yang dilakukan dua oknum prajurit TNI AU POM Lanud Yohanes Abraham Dimara Merauke kepada seorang pemuda, viral di media sosial, Selasa (26/7/2021).

Menindaklanjuti video tersebut, Komandan Lanud Yohanes Abraham Dimara Merauke, Kolonel Pnb Herdy Arief Budiyanto menyatakan permohonan maafnya kepada korban dan seluruh masyarakat yang merasa terluka atas kejadian tersebut.

"Saya selaku Komandan Lanud Yohanes Abraham Dimara Merauke memohon maaf sedalam-dalamnya atas kejadian yang terjadi di jalan Raya Mandala pada 26 Juni 2021," ujarnya saat memberikan keterangan pers di Merauke, Selasa malam.(*)

Berita terkait lainnya

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul 2 Oknum TNI AU Lakukan Kekerasan pada Pemuda di Merauke, Gubernur Papua Minta Masyarakat Tenang

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved