Breaking News:

Papua Terkini

BI Perwakilan Papua: KUR di Papua Masih Didominasi Sektor Perdagangan

“Jika dilihat berdasarkan jenisnya, KUR Mikro memiliki pangsa terbesar yaitu 54 persen, diikut dengan KUR kecil sebesar 41 persen," kata Naek Sinaga.

Editor: Roy Ratumakin
Grab
Ribuan toko kelontong dan UMKM kuliner di Jayapura mampu beradaptasi dan bertahan dengan teknologi inklusif Grab 

TRIBUN-PAPUA.COM: Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Provinsi Papua masih didominasi sektor perdagangan dengan pangsa 49 persen, diikuti dengan sektor pertanian, perburuan dan kehutanan dengan pangsa 15 persen.

Selanjutnya sektor pariwisata, sektor akomodasi makan minum, dan sektor jasa kemasyarakatan sosial budaya hiburan perorangan lainnya dengan pangsa masing-masing 7 persen.

Hal ini dikatakan Kepala BI Perwakilan Papua, Naek Tigor Sinaga dalam jumpa pers secara virtual, Sabtu (31/7/2021).

Baca juga: Naek Tigor Sinaga: Pertumbuhan UMKM di Papua Masih Terbatas

“Jika dilihat berdasarkan jenisnya, KUR Mikro memiliki pangsa terbesar yaitu 54 persen, diikut dengan KUR kecil sebesar 41 persen dan KUR super mikro sebesar 5 persen,” kata Naek.

Dikatakan, penyaluran KUR di Papua perlu ditingkatkan untuk mendorong perkembangan perekonomian.

“Namun demikian, masih terdapat beberapa tantangan yang harus kita hadapi bersama, antara lain perlunya peningkatan literasi kepada UMKM, pengurusan dokumen prasyarat KUR yang perlu dipermudah,” ujarnya.

“Selain itu juga, pertumbuhan penyaluran KUR yang belum optimal, pembinaan UMKM yang belum terintegrasi lintas instansi mengakibatkan belum meratanya kesempatan pembinaan bagi UMKM di Papua serta perlunya peningkatan kualitas pencatatan keuangan UMKM,” tambahnya.

Baca juga: Dukung Pengembangan UMKM dan Tingkatkan Kualitas Noken, BI Papua Barat Gelar Pelatihan di Manokwari

Kata Naek, beberapa upaya telah dilakukan pihaknya untuk mendorong realisasi KUR, antara lain dengan mendorong UMKM binaan maupun mitra untuk mendapatkan KUR, serta memfasilitasi UMKM untuk dapat melakukan pencatatan laporan keuangan melalui pemanfaatan aplikasi SI APIK.

“SI APIK merupakan aplikasi pencatatan keuangan digital yang dikembangkan oleh Bank Indonesia untuk mendukung peningkatan kualitas laporan keuangan UMKM,” tukasnya.

Selain itu, dengan memperhatikan kompleksitas permasalahan penyaluran KUR di Papua, sinergi lintas instansi dibutuhkan untuk dapat menjawab tantangan tersebut. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved