Breaking News:

Papua Terkini

Naek Tigor Sinaga: Pertumbuhan UMKM di Papua Masih Terbatas

Pemulihan ekonomi yang terjadi, baik di negara maju maupun negara berkembang terkonfirmasi oleh optimisme pertumbuhan ekonomi di 2021 dan 2022.

Editor: Roy Ratumakin
Istimewa
TANGKAPAN LAYAR - Kepala BI Perwakilan Papua, Naek Tigor Sinaga. 

Dikatakan, pada struktur perekonomian nasional, UMKM memainkan peran yang sangat penting karena berkontribusi pada penyerapan 97 persen tenaga kerja dan 60 persen PDB.

“Hal ini menekankan pentingnya perbankan penyaluran kredit kepada UMKM,” tukasnya.

Pemberian kredit tersebut dapat didasarkan pada pemetaan sektor produktif di Papua yang pada masa pandemi ini dapat didasarkan pada risiko penularan dan dampak ekonomi.

Sektor dengan risiko penularan rendah dan dampak ekonomi tinggilah yang perlu didorong, kata Naek termasuk dalam hal pemberian kredit.

Baca juga: Cek Link Penerima Bansos Rp 300 Ribu, Bantuan Sembako, BLT UMKM hingga Token Listrik

“Beberapa sektor yang dapat dipertimbangkan di Papua antara lain adalah pertanian, kehutanan, perikanan, pertambangan, penggalian, serta administrasi pemerintah,” ujarnya.

Dalam hal mendorong kredit bagi UMKM, baik bagi yang bankable maupun unbankable, terdapat dua program pemerintah yang dapat dimanfaatkan, yaitu Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan juga Kredit Ultra Mikro.

Beberapa perbedaan mendasar antara kedua jenis kredit tersebut utamanya dari lembaga penyalur, plafon, penerima, tenor, agunan, pendampingan serta suku bunga yang diberikan.

Target UMKM program KUR sendiri adalah UMKM yang layak diberikan kredit (feasible), namun belum dapat melakukan pinjaman ke bank (belum bankable).

Naek merinci, ada terdapat berbagai jenis KUR, mulai dari KUR mikro, kecil, TKI, khusus, serta super mikro, dengan karakteristik plafon, jangka waktu, dan persyaratannya masing-masing.

Semenjak peluncurannya, KUR telah disalurkan sebesar Rp 241 Triliun ke 34 Provinsi di Indonesia dengan serapan terbesar di pulau Jawa.

“Papua telah menyerap sebesar Rp 2 Trilliun atau 0,84 persen dari total KUR dengan kualitas NPL kredit sebesar 1,3 persen, lebih tinggi di bandingkan NPL nasional yang sebesar 0,88 persen,” tutupnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved