Papua Terkini
Naek Tigor Sinaga: Pertumbuhan UMKM di Papua Masih Terbatas
Pemulihan ekonomi yang terjadi, baik di negara maju maupun negara berkembang terkonfirmasi oleh optimisme pertumbuhan ekonomi di 2021 dan 2022.
Dalam hal mendorong kredit bagi UMKM, baik bagi yang bankable maupun unbankable, terdapat dua program pemerintah yang dapat dimanfaatkan, yaitu Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan juga Kredit Ultra Mikro.
Beberapa perbedaan mendasar antara kedua jenis kredit tersebut utamanya dari lembaga penyalur, plafon, penerima, tenor, agunan, pendampingan serta suku bunga yang diberikan.
Target UMKM program KUR sendiri adalah UMKM yang layak diberikan kredit (feasible), namun belum dapat melakukan pinjaman ke bank (belum bankable).
Naek merinci, ada terdapat berbagai jenis KUR, mulai dari KUR mikro, kecil, TKI, khusus, serta super mikro, dengan karakteristik plafon, jangka waktu, dan persyaratannya masing-masing.
Semenjak peluncurannya, KUR telah disalurkan sebesar Rp 241 Triliun ke 34 Provinsi di Indonesia dengan serapan terbesar di pulau Jawa.
“Papua telah menyerap sebesar Rp 2 Trilliun atau 0,84 persen dari total KUR dengan kualitas NPL kredit sebesar 1,3 persen, lebih tinggi di bandingkan NPL nasional yang sebesar 0,88 persen,” tutupnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/31072021-naek-tigor-sinaga-1.jpg)