Breaking News:

Kepala Sekolah di Kalteng Cabuli Siswi SD di Rumahnya, Ancam Korban jika Mengadu ke Orangtua

Seorang kepala sekolah SD Swasta bernama I Gede Putu Andika (45) di Kalimantan Tengah (Kalteng) mencabuli siswi yang masih di bawah umur.

Editor: Roifah Dzatu Azmah
(Istimewa)
Pelaku pencabulan terhadap anak di bawah umur di Lamongan 

TRIBUN-PAPUA.COM - Seorang kepala sekolah SD Swasta bernama I Gede Putu Andika (45) di Kalimantan Tengah (Kalteng) mencabuli siswi yang masih di bawah umur.

Aksinya ketahuan setelah adanya laporan dari 4 orang siswi.

Kasat Reskrim Polres Kapuas AKP Kristanto Situmeang menyampaikan I Gede merupakan seorang Kepala Sekolah di salah satu SD swasta di Kalimantan Tengah (Kalteng).

Baca juga: Pria di Sumsel Aniaya Teman hingga Tewas, Sempat Karaokean Bersama Lalu Cekcok

Baca juga: 9 Saksi Diperiksa Terkait Kasus Pembunuhan Pedagang Emas di Holtekamp Jayapura

"Penangkapan pada hari Jumat tanggal 30 Juli 2021 sekira jam 10.00 WIB di Polres Kapuas," kata AKP Kristanto Situmeang kepada wartawan, Rabu (4/8/2021).

Kasus pencabulan itu memang terjadi sejak Jumat (21/5/2021) lalu.

Adapun kasus ini baru ketahuan setelah korbannya baru mengaku pernah menjadi korban pencabulan beberapa bulan setelahnya.

Kepada kepolisian, para korban mengaku pernah dipanggil ke ruangan kepala sekolah karena ada masalah nilai ujian.

Ternyata, aksi ini hanyalah modus pelaku untuk menjerat korbannya.

Di sana, korban diminta masuk satu per satu ke dalam ruangan secara bergantian. Di dalam ruangan itu, pelaku meminta korbannya untuk menonton film porno.

Baca juga: Viral Video Warga Ngamuk dan Ancam Bakar RS, Mulanya Tak Terima Jasad Keluarga Dinyatakan Positif

Baca juga: Ketua RT hingga Pecinta Alam Pungut Biaya Pemakaman Jenazah Covid-19, Ada Paket Komplit Rp 16 Juta

"Korban disuruh terlapor menonton film dewasa, namun korban tidak mau," jelasnya.

Selanjutnya, kata Kristanto, pelaku juga mulai melalukan pelecehan seksual.

Sebelum keluar ruangan, para korban diancam terlebih dahulu oleh pelaku.

Kejadian ini dialami seluruh siswi yang diminta datang ke ruangan kepala sekolah. Mereka adalah IJM (13), SK (11), SM (11), dan AA (12).

"Korban diancam oleh terlapor jangan cerita dengan orang tua. Dan apabila cerita dengan orang tua maka tidak dikasih lulus serta ditahan ijazahnya," terangnya.

Atas perbuatannya itu, Gede dijerat dengan Pasal 82 ayat (1) dan ayat (2) UU No. 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang No. 1 tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-undang No. 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-undang RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

(*)

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Paksa Tonton Film Porno, Kepala Sekolah Cabuli Siswi SD di Kalteng

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved