Sabtu, 25 April 2026

14 Kambing di Desa Ini Mati Misterius, Ada Gigitan di Leher serta Kehabisan Darah

Warga di Kalurahan Purwodadi, Kapanewon Tepus, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta dihebohkan dengan kematian misterius 14 kambing.

(DOK. KADES SEMPOL)
Ilustrasi ternak kambing yang diduga mati diserang hewan buas. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Warga di Kalurahan Purwodadi, Kapanewon Tepus, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta dihebohkan dengan kematian misterius 14 kambing.

Belasan kambing itu mati dengan ciri yang sama yaitu gigitan di bagian leher atau perut.

Daging hewan itu tidak dimakan habis, tapi darahnya habis.

Lurah Purwodadi, Sagiyanto menuturkan kejadian tersebut diduga dilakukan oleh hewan liar.

Baca juga: TNI-Polri Terus Lakukan Patroli demi Cegah Aksi KKB sambil Bagikan Masker dan Sosialisasi Covid-19

Baca juga: Soal Heboh Sumbangan Rp 2 Triliun, Kapolda Sumsel Minta Maaf: Ini Kelemahan Saya sebagai Pemimpin

"Diduga dilakukan oleh kawanan hewan liar. Peristiwa penyerangan di wilayah Purwodadi sudah sering terjadi dan hampir berulang setiap tahunnya," ujar Sagiyanto saat dihubungi wartawan melalui sambungan telepon Kamis (5/8/2021).

Jogoboyo Kalurahan Purwodadi, Suyanto, menyebutkan seluruh kambing mati kehabisan darah itu adalah yang kandangnya terbilang jauh dari permukiman penduduk.

Peternak di Kalurahan Purwodadi memang punya kebiasaan menempatkan kandang ternak jauh dari rumah, tapi dekat dengan ladang.

"Kebiasan ini karena untuk memudahkan petani memberi pakan," kata Suyanto.

Untuk mengantisipasi serangan hewan buas, biasanya peternak memperkuat kandang. Namun, cara ini dianggap masih kurang efektif.

Karenanya, setiap musim kemarau peternak memilih untuk memindahkan kambing-kambingnya ke dekat rumah.

"Kami terus mengimbau kepada warga untuk terus waspada terhadap potensi serangan hewan liar," ucap Suyanto.

Baca juga: Kesal Diledek Terus Menganggur, Menantu di Cengkareng Pukuli Mertuanya hingga Tewas

Baca juga: Fakta Pembunuhan Perawat Covid-19 di Kalsel, Pelaku 3 Orang hingga Polisi Sebut Sudah Direncanakan

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul Bambang Wisnu Broto mengatakan, belum mendapatkan laporan terkait serangan hewan liar ini.

Namun demikian, pihaknya menduga seperti tahun sebelumnya, serangan ini dilakukan oleh hewan liar seperti anjing.

Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul pun mengimbau kepada peternak atau petani untuk mengamankan ternaknya di sekitar rumah.

Pihaknya akan segera menerjunkan tim untuk mengetahui penyebab pasti.

"Itu seperti hewan liar sejenis anjing liar, pengalaman tahun sebelumnya," ucap Bambang.

(*)

Berita daerah lainnya

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Belasan Kambing di Gunungkidul Mati Kehabisan Darah"

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved