PON XX Papua
Kisah Dokter Echa Sagrim Terlibat dalam PB PON XX, Beri Pelatihan kepada Seribu Relawan PON
Dokter Rakhel Debora Sagrim terpilih dalam struktur kepanitiaan Panitia Besar (PB) Pekan Olahraga Nasional (PON) Bidang Kedokteran dan Kesehatan.
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Staf di Dinas Kesehatan Mamberamo Tengah Papua yang juga seorang dokter, Rakhel Debora Sagrim terpilih dalam struktur kepanitiaan Panitia Besar (PB) Pekan Olahraga Nasional (PON) Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Bidokkes).
Wanita yang juga akrab disapa Echa Sagrim ini menceritakan kisahnya bisa tepilih dalam strukturan PON XX Papua..
Bermula 2019, Echa meminta ijin kepada pimpinannya untuk menuju Jayapura, guna mengikuti sebuah program internship.
Setelah itu, dirinya dihubungi oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI), dan diminta untuk membantu event hari bakti dokter Indonesia.
"Dalam mempersiapkan kegiatan IDI juga berkoordiasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Papua, dan saat itu sudah ada tawaran untuk membantu PB PON bidang kesehatan," jelasnya melalui sambungan telepon seluler kepada Tribun-Papua.com Jumat (6/8/2021).
Saat dirinya ditunjuk, tugas pertama yang diberikan kepadanya dan tim, ialah memberikan pelatihan kepada 1.000 relawan PON bidang kesehatan.
Baca juga: Maknai Papua dengan Perjuangan, Dokter Echa Sagrim Dilibatkan Dalam Bidokkes PB PON XX
"Selain itu kami juga diminta untuk memberikan pelatihan bagi driver Ambulance, sejak Desember lalu," ucapnya.
Kemudian, Echa bersama timnya dipercayakan dalam berbagai kegiatan KNPI dan Pemprov Papua, terkait kesiapan PON XX 2021.
"Di Januari 2020, dirinya bersama tim, resmi dipanggil untuk membantu kesekretariatan bidang kesehatan PB PON," katanya.
Saat perekrutan tersebut, Echa bersama tenaga kesehatan lainnya, dibagi ke setiap posko venue, yang ada di 4 kluster penyelenggaraan PON, yakni Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika dan Kabupaten Merauke.
"Total ada 118 posko sesuai masterplan," imbuhnya.
Echa mengaku bangga dapat merepresentasikan orang asli Papua, dalam struktur kepanitiaan PB PON bidang kedokteran dan kesehatan.
"Memang yang masuk dalam struktur kepanitiaan PB PON, ialah anak-anak Papua dan kita diberikan kepercayaan untuk terlibat dan mengatur event besar ini," tambahnya.
Baca juga: 58 Hari Jelang PON XX Papua, Venue Selam Dipalang Ondo Afi Kayo Pulau
Menurut Echa, momentum PON Papua ini harus dapat menjadi wadah penunjukkan kemampuan anak muda Papua, dalam berbagai bidang, termasuk bidang kesehatan.
"Slogan atau tagline PON, ialah torang bisa artinya menunjukkan bahwa kita anak-anak Papua mampu," tegasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/06082021-rakhel-debora-sagrim-2.jpg)