Breaking News:

Varian Delta di Papua Barat

12 Sampel Varian Delta Masuk Papua Barat, 10 di Teluk Bintuni

Saya lihat dari nama-nama, untuk Teluk Bintuni ada 10 sampel dan 2 dari Manokwari. Kalau di Manokwari, nanti dicek lagi

Tribun-Papua
TIM MEDIS - Seorang petugas medis di RSUD Provinsi Papua Barat sedang menyiapkan tabung oksigen untuk pasien Covid-19. 

Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Hasil pemeriksaan 12 sampel di Laboratorium Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) yang teridentifikasi Varian Delta telah masuk di Papua Barat.

Juru Bicara Satuan Tugas (Jubir Satgas) Covid-19 Provinsi Papua Barat, dr Arnold Tiniap, mengatakan sampel tersebut dari daerah yakni Manokwari dan Bintuni.

Sang Pejuang Kesehatan Warga Papua, Dokter Tigor Silaban Meninggal Dunia

"Saya lihat dari nama-nama, untuk Teluk Bintuni ada 10 sampel dan 2 dari Manokwari," ujar Tiniap, Sabtu (7/8/2021).

Sebelumnya, pihaknya mengirimkan sebanyak 38 sampel, ke Litbangkes di Jakarta. Namun, kemudian disaring hingga yang diperiksa 12 sampel.

"Kalau yang di Manokwari, nanti dicek lagi. Karena hasilnya keluar terlalu lama," tuturnya.

"Untuk mendapatkan hasil, kita menunggu selama tiga minggu, mulai Juni sampai Juli," imbuhnya.

Dengan demikian, pihaknya melihat secara epidemiologi, sudah sangat sulit untuk mengambil langkah.

Dinas Pendidikan Papua Terget 54 Ribu Anak Usia 12 Tahun Mendapat Vaksin

"Mau mengambil langkah sudah terlambat, karena ada sebagian yang sembuh, kemudian meninggal dan lainnya," ucapnya.

Dengan hasil yang baru keluar Juli, pihaknya menyebut untuk saat ini sudah terlambat.

"Sebenarnya, kalau kita ambil lebih maka yang terdeteksi juga lumayan banyak," ujarnya.

Hanya saja, saat pemeriksaan sejumlah sampel untuk memastikan Varian Delta di Papua Barat, ternyata benar adanya.

Baca juga: Masa PPKM, Pengunjung Pantai Pasir Putih Manokwari Abaikan Prokes

"Terjadi peningkatan sejak Juni sampai sekarang itu memang benar dampak dari Varian Delta," tegas Tiniap.

Pihaknya berharap, dalam di situasi seperti ini masyarakat harus bisa mematuhi protokol kesehatan.

"Jika peningkatan yang sangat tinggi, namun tidak dibarengi dengan vaksinasi. Maka pastinya akan kita temukan peningkatan positif dan kematian," terangnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved