Papua Terkini
Yesakin Kogoya : Anak Papua Jangan Malu Berjualan di Pinggir Jalan
Yesakin Kogoya (19), pria asal Kabupaten Tolikara, Papua, telah berjualan roti bakar selama lima hari di kawasan Kampung Kei (Kamkei), Abepura
Penulis: Zaneta Chrestella Mirino | Editor: Maickel Karundeng
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Tirza Bonyadone
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Yesakin Kogoya (19), pria asal Kabupaten Tolikara, Papua, telah berjualan roti bakar selama lima hari di kawasan Kampung Kei (Kamkei), Abepura, Kota Jayapuran.
Ia mengaku, berjualan roti bakar untuk membiayai pendidikannya tanpa harus membebani orang tua.
"Biasanya kan anak-anak mengharapkan orang tua yang harus biaya, kalau saya tidak. Biaya sendiri dan uang jajan sendiri," katanya kepada Tribun-Papua.com, Senin (9/8/2021).
Baca juga: Stafsus Presiden Billy Mambrasar: Jokowi Masih Prioritaskan Papua
Baginya, berjualan di pinggir jalan seperti ini bukanlah hal yang harus membuat ia merasa malu.
"Justru saya rasa para muda/mudi Papua harus bisa berani membuka usaha dan tidak usah malu untuk membuat hal baru, apalagi mau mencoba dari nol," kata anak kedua dari enam bersaudara.
Yesakin berharap, setiap mahasiswa yang mungkin kesulitan dalam membiayai pendidikan untuk juga mencoba seperti dia.
"Banyak mahasiswa merantau tapi gengsi bila harus jualan begini, padahal mereka butuh untuk pemasukan. Saya berharap teman-teman mau mencoba," ujarnya.
Baca juga: Boaz Solossa Siap Bawa Borneo FC Juara Liga 1
Semntara itu, uang hasil berjualan roti, nantinya juga akan digunakan untuk membayar kos.
"Untuk roti bakar ini saya bersama sodara Elies Kogoya (23), kami patungan untuk bayar kos," katanya.
Ia mengambil usaha ini, berdasarkan keinginanya sendiri.
Baca juga: Per 7 Agustus, Pasien Covid-19 yang Dinyatakan Sembuh Covid-19 Jadi 29.434 Orang
"Ini usaha yang diambil berdasarkan diskusi bersama sodara saya Elies, kami merasa selagi ada kesempatan harus mencoba. Karena jika bisa usaha sendiri, mengapa harus bikin susah orangtua," katanya.
Dalam proses penjualan pun, dia mengaku sama sekali tak menganggu aktivitas belajar.
"Tidak menganggu karena jualan ini bukan malam hari, jadi masih bisa melakukan kegiatan seperti biasa,"katanya sembari membakar roti.
Baca juga: Percepat Mobilisasi Pasien Covid-19, Grup Astra Serahkan Bantuan Ambulans ke BNPB
Nantinya, menurut dia, per bulan ia akan digaji sebesar Rp500 ribu.
"Gaji kami nanti segitu dulu, nanti kalau sudah bagus baru bos kasih naik,"ujarnya.
Dia berharap, mendapat pemasukan yang cukup bagi kehidupannya secara pribadi.
"Sangat berharap sih, karena tidak ingin bikin sulit mama dan bapa. Harus bisa mandiri dan bertanggung jawab sama diri sendiri,"tambah dia.(*)
