Breaking News:

Kerusuhan di Papua

Tak Butuh Waktu Lama, Kejaksaan Limpahkan Kasus Dalang  Kerusuhan Papua ke Pengadilan

Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi Papua akhirnya menyerahkan berkas perkara Victor Yeimo kepada Pengadilan Negeri Jayapura untuk disidangkan.

Tribun-Papua.com/Istimewa
VICTOR YEIMO - Juru Bicara Internasional Komite Nasional Papua Barat (KNPB), Victor Yeimo. Ia ditangkap atas peristiwa kerusuhan Jayapura, pada Agustus 2019. Polisi menjeratnya pasal makar. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Tinggi Papua akhirnya menyerahkan berkas perkara Victor Yeimo kepada Pengadilan Negeri Jayapura untuk menjalani proses perdidangan.

Hal itu diungkapkan Kepala Kejaksaan Tinggi Papua, Nikolaus Kondomo, Selasa (10/8/2021) sore.

Baca juga: Victor Yeimo Aktor Kerusuhan Papua 2019, Diserahkan ke Jaksa Penuntut Umum

Kata Kajati saat ini tersangka Victor Yeimo sedang menjalani proses pemeriksaan kesehatan.

“Pemeriksaan kesehatan salah satu syarat, maka tadi Victor sudah menjalani pemeriksaan,” cetusnya.

Jadwal persidangan, menurut Kajati pihaknya masih menunggu keputusan Hakim di Pengadilan.

“Waktu persidangan saya belum bisa pastikan, biasanya seminggu, mudah-mudahan pemberitahuanbisa secepatnya,” ucapnya.

Baca juga: Kejaksaan Negeri Jayapura Dalami Indikasi Korupsi Ruas Jalan Towe Senilai Rp 47 Miliar

Kajati pun memastikan hak tersangka selama proses penahanan.

 “Kami akan menjunjung tinggi hak terdakwa, masyarakat jangan khawatir, bahwa hak terdakwa selalu diutamakan,” ucapnya.

Berkaitan dengan proses pelimpahan penahanan ke lapas, Kajati menyebutkan pihaknya menunggu putusan.

“Situasi Pademi saat ini membuat banyak perubahan, sehingga untuk melimpahkan kami menggu putusan hakim.” Ujarnya.

Sementara itu diketahui, Victor Frederik Yeimo masuk daftar pencarian orang oleh Kepolisian daerah Papua.

Ia ditangkap oleh Satgas Nemangkawi pada 9 Mei 2021 lalu di kawasan Tanah Hitam Distrik Abepura, Kota Jayapura, Papua.

Victor Yeimo diduga menjadi dalam dalam aksi demo rasisme yang berujung kasus kerusuhan di Papua pada tahun 2019 lalu.

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved