Webinar UNICEF
Papua Jadi Penyumbang Terbesar Malaria di Indonesia, Berikut Dampak Besarnya
Faktanya, Papua menyumbang 75 hingga 80 persen kasus Malaria di Indonesia
Penulis: Arni Hisage | Editor: M Choiruman
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Tio Effendy
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA – Malaria menjadi titik fokus utama pengendalian penyakit di Tanah Papua oleh Dinas Kesehatan. Hal itu lantaran Bumi Cenderawasih menjadi penyumbang terbesar angka kasus malaria di Indonesia.
“Faktanya, Papua menyumbang 75 hingga 80 persen kasus Malaria di Indonesia,” papar Kepala Balai Penanggulangan dan Pengendalian AIDS, Tuberkolosis dan Malaria Dinas Kesehatan Papua dr Beeri Wopari dalam webinar yang digelar Unicef Perwakilan Provinsi Papua bersama Tribun-Papua.com, Kamis (12/8/2021) pagi.
• Robby Kayame: Peran Penting Orangtua Guna Cegah Infeksi Penyakit pada Anak Sekolah
Dia menjadi satu di antara beberapa narasumber dalam kegiatan Unicef yang mengusung tema Ancaman Penyakit Infeksi Pada Anak Usia Sekolah dan Upaya Pencegahannya.
Ia mengatakan Malaria menjadi persoalan besar penyakit di Tanah Papua sejak zaman lampau hingga hari ini.
“Sejak masih di dalam kandungan ibu kita sudah beresiko terkena penyakit malaria, lanjut dr. Beeri Wopari.
“Bayangkan sel darah merah yang mengangkut seluruh kebutuhan tubuh dirusak oleh bibit malaria plasmodium, maka penyaluran akan macet sehingga akan berdampat pada otak,” jelas dr Beeri Wopari.
• Satgas Papua Catat 253 Warga Sembuh dari Covid-19
Menurutnya bahaya dari malaria yakni berdampak pada tumbuh kembang otak, dan seluruh organ tubuh tidak akan maksimal.
“Dan saat itu terjadi, kita tak dapat berharap bahwa anak-anak tersebut dapat bersaing dan mengeluarkan seluruh potensinya,” dr Beeri Wopari
Dr Beeri Wopari juga menutup dengan tugas penting orangtua yakni memerhatikan kondisi sang anak.
“Ketika ada tanda-tanda malaria salah satunya deman maka jangan ragu untuk menghubungi pihak kesehatan agar segera tertanggani,” tutup dr. Beeri Wopari.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua dr Robby Kayame mengatakan orang tua punya peran teramat penting dalam membangun daya tahan tubuh sang anak di usia sekolah.
“Saat ini semua kegiatan sekolah serba online, orangtua lebih banyak bertemu anak-anak, merekalah yang menjaga pola makan serta daya tahan tubuh anak,” kata dr Robby Kayame.
• Besok, Bidang SDM Lakukan Verifikasi 25 Ribu Data Relawan PON
Menurutnya peran penting orang tua tersebut juga harus didukung oleh tenaga pendidikan serta kesehatan.
“Penyakit yang sering ditemukan yakni cacingan karena anak salah makanan yang kurang sehat,” lanjut Kepala Dinas Kesehatan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/webinar.jpg)