Minggu, 3 Mei 2026

Covid19 Papua

PBB Papua Berikan Peti Jenazah Gratis bagi Warga Tak Mampu di Jayapura

Posko PBB merupakan bentuk kepedulian sosial mengingat banyaknya warga yang tak bisa mendapatkan peti jenazah di tengah lonjakan kasus Covid-19.

Tayang:
Penulis: Zaneta Chrestella Mirino | Editor: Paul Manahara Tambunan
Tribun-Papua.com/Patricia Bonyadone
Ketua DPD Pemuda Batak Bersatu Provinsi Papua, Tulus Sianipar (kedua dari kiri) saat membuka posko pembuatan peti jenazah gratis bagi warga tak mampu di Waena, Kota Jayapura, Kamis (12/8/2021). 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Tirza Bonyadone

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Pemuda Batak Bersatu (PBB) Provinsi Papua, mengelar acara peresmian Posko Pelayanan Peti Jenazah Gratis bagi warga Kota Jayapura yang tak mampu.

Hal ini dilakukan PBB sebagai bentuk dukungan terhadap masyarakat di tengah pandemi Covid-19.

Ketua DPD PBB Provinsi Papua, Tulus Sianipar, mengatakan ini merupakan bentuk kepedulian sosial mengingat banyaknya warga yang tak bisa mendapatkan peti jenazah di tengah lonjakan kasus Covid-19.

"Kami mendengar banyak keluhan dan cerita bahwa, banyak jenazah yang harus berada di rumah sakit RS hingga berjjam-jam karena kehabisan stok peti mati," jelasnya kepada Tribun-Papu.com di Kota Jayapura, Kamis (12/8/2021).

Baca juga: Apakah Tuah Boaz Solossa Akan Berlanjut di Tanah Borneo ?

Baca juga: Penyekatan di Jembatan Youtefa Jayapura Diperketat

Tulus mengatakan, posko peti jenazah gratis yang digerakkan PBB Papua didukung sejumlah donatur yang ingin  membantu warga terdampak Covid-19.

"Ini memang bentuk inisiatif kami dan beberapa donatur yang tidak bisa kami sebutkan, akan bersama-sama melayani masyarakat," jawabnya.

Tentunya bukan hanya bagi warga yang berekonomi ke bawah, namun juga bagi mereka yang mampu akan dibantu.

"Tidak ada perbedaan siapa saja akan kami tolong, apalagi banyak yang hingga tengah malam pun sibuk mencari peti mati," ujarnya.

Bahkan, bantuan peti jenazah bukan hanya untuk kematian akibat Covid-19, namun juga untuk umum.

"Peti mati saat ini kan sudah mulai habis di mana-mana, otomatis akan kena imbas juga warga yang cari peti bukan karena Corona," jelas Tulus.

Sementara itu, Penasehat PBB Papua, Jamres Simanjuntak menambahkan, selama pandemi ini tingkat kepedulian antar sesama semakin menurun.

"Gotong royong antar sesama kita di saat ini penting untuk dijaga, mengingat banyak yang mengalami kesulitan," ungkapnya.

Harapannya, melalui kegiatan ini bisa meringankan kesulitan yang rasakan warga Kota Jayapura.

"Semoga aksi sosial ini tidak hanya sementara, melainkan melalui PBB dapat menjadi langkah awal membantu warga," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved