Perawat yang Suntik Vaksin Kosong Dibebaskan, Ini Alasan Polisi

Aparat kepolisian menghentikan kasus penyuntikan vaksin kosong oleh oknum perawat berinisial EO yang videonya sempat viral di media sosial.

Istimewa/Tribun Jakarta
Tangkapan layar unggahan viral suntik vaksin kosong terhadap remaja di sekolah di kawasan Pluit, Jakarta Utara. 

TRIBUN-PAPUA.COM - Aparat kepolisian menghentikan kasus penyuntikan vaksin kosong oleh oknum perawat berinisial EO yang videonya sempat viral di media sosial.

Diketahui, EO viral suntik pelajar dengan vaksin kosong di Pluit, Jakarta Utara, beberapa waktu lalu.

Berikut rangkuman fakta terbaru kasus penyuntikan vaksin kosong di Pluit:

Status Tersangka Perawat EO Dihentikan

Status tersangka perawat EO dalam kasus penyuntikan vaksin Covid-19 kosong di Pluit dihentikan.

Hal itu disampaikan Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Pol Guruh Arif Darmawan.

"(Status tersangka) dihentikan," kata Guruh saat dikonfirmasi, Rabu (11/8/2021) malam.

Sebelumnya EO disangkakan melanggar pasal 14 Undang-undang RI nomor 4 tahun 1984 tentang wabah penyakit menular.

Ancaman hukumannya 1 tahun penjara.

Baca juga: Sebar Selebaran Provokatif Ajak Warga Rusuh di Blora, Seorang Dukun dan 24 Orang Lainnya Ditangkap

Perawat EO Dimaafkan

Sebelumnya, Guruh juga menyatakan bahwa kasus suntik vaksin kosong ini dihentikan.

Ini menyusul mediasi yang mempertemukan EO, korban, dan penyelenggara vaksinasi pada Selasa (10/8/2021) malam kemarin.

Guruh mengatakan, pada Selasa malam kemarin, selain EO dan korban, polisi juga melibatkan pihak yang menyelenggarakan vaksinasi di salah satu sekolah di Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara tersebut.

"Tadi malam sudah dilakukan mediasi penyelenggara, kemudian terlapor, kemudian korban," kata Guruh.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved