Jumat, 10 April 2026

Densus 88 Tangkap 2 Terduga Teroris di Semarang, Ketua RT: Saya Kaget, Warga juga Belum Percaya

Diketahui, kedua terdua teroris merupakan DS (45) di Kelurahan Wonolopo, Kecamatan Mijen dan FSF (45) di Kelurahan Sendang Mulyo, Kecamatan Tembalang.

Editor: Claudia Noventa
PERSDA NETWORK/BINA HARNANSA
Ilustrasi Densus 88 Antiteror 

TRIBUN-PAPUA.COM - Dua  terduga teroris ditangkap oleh Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror.

Penangkapan itu terjadi di wilayah Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat (13/8/2021) dini hari WIB.

Diketahui, kedua terdua teroris merupakan DS (45) di Kelurahan Wonolopo, Kecamatan Mijen dan FSF (45) di Kelurahan Sendang Mulyo, Kecamatan Tembalang.

Densus 88 juga menggeledah rumah dari kedua terduga teroris saat melakukan pennagkapan.

Rumah seorang terduga teroris yang ditangkap Densus 88 di Kelurahan Wonolopo, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Jawa Tengah.
Rumah seorang terduga teroris yang ditangkap Densus 88 di Kelurahan Wonolopo, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Jawa Tengah. (KOMPAS.com/RISKA FARASONALIA)

Baca juga: Densus 88 Tangkap Seorang Terduga Teroris di Medan saat Berada di Rumah Mertuanya

Baca juga: AKBP Untung Sangaji, Tembak Teroris hingga Lawan Covid-19 Varian Delta

Ketua RT Kelurahan Wonolopo, Muhammad Gufroni mengaku terkejut dengan adanya penangkapan warganya yang diduga terlibat aksi terorisme.

"Penangkapan waktu subuh saya tidak tahu. Saya pribadi kaget, warga juga belum pada percaya kalau DS terlibat jaringan terorisme. Infonya diduga masuk Jaringan Islamiyah (JI)," jelasnya ditemui Kompas.com, Sabtu (14/8/2021).

Gufroni mengatakan selama ini DS dikenal sebagai pribadi yang baik dan mudah bergaul dengan warga sekitar.

Bahkan, DS kerap kali membantu kerja bakti bergotong royong dengan warga di lingkungan setempat.

"Sehari-hari pribadi yang baik, di lingkungan orangnya supel, selalu semangat membantu warga sekitar kalau ada kerja bakti atau kesripahan," ungkapnya.

Menurutnya, aktivitas keseharian DS pernah menjadi sales kaos kaki dan kacamata. Namun, belakangan ini DS bekerja serabutan.

"Selama ini tidak ada aktivitas yang mencurigakan. Kami belum pernah melihat aktivitas DS yang di luar kewajaran. Kalau ada tamu yang main ke rumahnya kami rasa sudah kenal semua kebanyakan tamu dari warga sekitar," ujarnya.

Gufroni mengungkapkan rumah DS yang ditinggali istri dan enam orang anaknya juga digeledah oleh Densus 88.

"Sekitar 09.30 WIB ada dua petugas datang memberitahu salah satu warga diduga teroris. Minta izin melakukan penggeledahan. Saya dijadikan saksi saat penggeledahan," ujarnya

Ia menyebut ada beberapa barang yang dibawa anggota Densus 88 usai penggeledahan.

"Barang yang dibawa ada empat buah handphone jadul, dua buah handphone android, lima buku, dua buku rekening, peta dan dua lembar kertas," katanya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved