ypmak
Yayasan Pemberdayaan Masyarakat Amungme dan Kamoro (YPMAK)

Sejarah dan Makna Telur Hias yang Selalu Ada di Perayaan Hari Paskah

Hari Paskah selalu dirayakan umat Kristiani untuk memperingati kebangkitan Yesus Kristus.

Editor: Claudia Noventa
chorltonscouts.org.uk
ILUSTRASI Telur Paskah 

TRIBUN-PAPUA.COM - Hari Paskah selalu dirayakan umat Kristiani untuk memperingati kebangkitan Yesus Kristus.

Hari Raya Paskah tak hanya diperingati dengan beribadah, tetapi juga berbagai tradisi dilakukan.

Bahkan, perayaan tersebut identik dengan telur Paskah yang biasanya dihias warna-warni.

Telur juga biasa disajikan dalam bentuk cokelat.

Ilustrasi telur Paskah.
Ilustrasi telur Paskah. (Dok. Unsplash/Bianca Ackermann)

Baca juga: 6 Kegiatan yang Wajib Dilakukan saat Merayakan Hari Natal bersama Keluarga

Baca juga: 7 Tradisi Natal Unik di Keluarga Kerajaan Inggris, Pertandingan Kerajaan hingga Boxing Day

Sebenarnya, adakah makna dari adanya telur di hari raya Paskah, dan bagaimana ia bisa menjadi ikon di hari besar tersebut?

Seperti dilansir dari Coles.com.au, tradisi makan  dan menghias telur rebus pada hari Paskah sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu.

Para ahli sejarah meyakini tradisi tersebut dimulai dari negara bagian Timur Tengah.

Hal itu dibuktikan dengan adanya penemuan telur burung unta berhias yang sudah berumur 60.000 tahun lalu di Afrika.

Kemudian, tradisi itu menyebar ke Eropa Timur, dan diadopsi Gereja Ortodoks.

Pada tahun 1870-an, masyarakat di Eropa mulai melakukan tradisi menghias cokelat yang berbentuk telur ayam.

Kemudian pada abad ke-19 cokelat berbentuk telur Paskah mulai muncul di Prancis dan Jerman, tetapi rasanya pahit sekaligus keras.

Di Inggris yang waktu itu masih dipimpin Ratu Victoria, masyarakat memperbarui cokelat telur Paskah dalam bentuk telur mainan yang ditutupi kain satin dan diisi hadiah Paskah.

Makna Telur Paskah

Adapun, masyarakat zaman dulu menganggap telur sebagai simbol kelahiran kembali dan memakannya untuk merayakan kedatangan musim semi yang dipercaya bahwa dewa matahari telah kembali setelah musim dingin.

Sementara bagi umat Kristen zaman dahulu, telur ayam yang dicat tidak hanya sekadar hiasan, tetapi juga penuh simbolisme.

Baca juga: Sejarah dan Makna Adanya Pohon Cemara yang Dihias di Tengah Perayaan Hari Natal

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved