Breaking News:

Budaya Papua

Ararem, Tradisi Antar Mas Kawin Dari Suku Biak Papua

Masyarakat Papua memiliki banyak tradisi yang dilakukan secara turun temurun, salah satunya budaya meminang seorang perempuan dari suku Biak

Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Musa Abubar
Tribun-Papua.com/Aldi Bimantara
BUDAYA PAPUA - Sekelompok Pemuda membawa piring gantung, sebagai salah salah satu mas kawin meminang perempuan atau Insos Biak. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Aldi Bimantara

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Masyarakat Papua memiliki banyak tradisi yang dilakukan secara turun temurun, salah satunya budaya meminang seorang perempuan dari suku Biak.

Dari literatur yang diperoleh Tribun-Papua.com Minggu (22/8/2021), kearifan lokal suku Biak, dalam meminang perempuan berupa tradisi Ararem atau antar mas kawin, yang dilakukan dengan membawa berbagai jenis piring adat.

Piring adat yang dimaksudkan yakni piring gantung dengan motif ukiran huruf China, lukisan, gambar Naga, dan berbagai ornamen lainnya.

Baca juga: Manfaatkan Momen PON, Mama-mama Penjual Noken Rajut Maskot Drawa

Selain piring adat, bagi seorang pria yang ingin meminang wanita asli suku Biak atau yang biasa dikenal dengan sapaan Insos, biasanya juga membawa guci, bahan makanan, peralatan rumah tangga, serta sejumlah uang tunai.

Dalam pelaksanaannya, item atau barang-barang tersebut dibawa oleh mempelai laki-laki, dengan iringan Tarian Wor ke rumah keluarga calon istri.

Uniknya, dalam sesi mengantarkan mas kawin kepada pihak keluarga perempuan dilangsungkan dengan nuansa adat kental, dan membawa bendera merah putih menuju kediaman sang calon istri.

Baca juga: Jacksen Berharap Mukjizat, Ada Pemain Asing Bergabung Persipura

Proses mengantar mas kawin bagi pihak calon suami kepada calon istri dari Suku Biak ini, bukan hanya seremonial belaka tetapi juga memiliki nilai kesakralan.

Bagi Suku Biak, pengantaran mas kawin harus dilakukan kepada pihak keluarga perempuan, yang nantinya akan memperoleh status sebagai istri dalam ikatan keluarga keret atau marga.

Baca juga: Jacksen F Thiago Pastikan Persipura Tak Akan Gelar Uji Coba Jelang Kick Off BRI Liga 1

Sementara itu, dalam perkawinan masyarakat Biak, ikatan hubungan suami istri, ditandai dengan membayar simbol-simbol mas kawin oleh pihak suami.

Dengan membayar mas kawin kepada pihak keluarga perempuan, menjadi tanda kehormatan dan harga diri dari keluarga calon pengantin laki-laki.

Baca juga: Waspda,Kasus Terkonfirmasi Positif Terpapar Covid-19 di Kota Jayapura Capai 12.602 Orang

Dalam maknanya, laki-laki difungsikan untuk dapat membawa istri hidup bersama-sama dalam bingkai rumah tangga, guna meneruskan keturunan dan keberlangsungan marga.

Hingga kini di era modernisasi, masyarakat Suku Biak masih memegang teguh tradisi antar mas kawin sebelum acara pernikahan.

Sekadar diketahui, Suku Biak merupakan salah satu suku dari ratusan suku yang tersebar di 29 kabupaten/kota di Provinsi Papua.(*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved