Breaking News:

Papua Terkini

Komunitas "Papua Trada Sampah" Khawatirkan Volume Sampah di Jayapura

Komunitas "Papua Trada Sampah" mengkhawatirkan volume sampah di Kota Jayapura kian menghawatirkan sampah di Kota Jayapura

Penulis: Patricia Laura Bonyadone | Editor: Musa Abubar
Tribun-Papua.com/Patricia Laura Bonyadone
Komunitas Papua Trada Sampah Melakukan Kegiatan Membersihkan Lingkungan 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Tirza Bonyadone

TRIBUN-PAPUA.COM,JAYAPURA - Volume sampah di Kota Jayapura kian menghawatirkan, pasalnya sejumlah titik seperti pasar, pinggiran jalan hingga destinasi wisata tak luput dari sampah.

Wakil Komunitas "Papua Trada Sampah" Monalisa Sembor (25) mengatakan, Papua telah terkontaminasi cukup berat dengan sampah pelastik.

Baca juga: PLN Sebut Pekerjaan Kelistrikan Untuk PON di Merauke Telah Rampung

Dia mengatakan, hampir di sebagian kota besar belum terlalu memperhatikan, bahaya dari maraknya sampah pelastik untuk lingkungan sekitar.

Baca juga: Ini Alasan Bupati Willem Wandik Larang Penumpang Pesawat Masuk ke Puncak

"Seluruh masyarakat harus mau turun dan bertangung jawab bersama, mencegah lonjakan sampah pelastik di masing-masing tempat,"kata Monalisa kepada Tribun-Papua.com, Senin (23/8/2021).

Mona sapaan akrabnya berharap, pemerintah Kota Jayapura dapat menyikapi hal ini dengan bijak.

"Percuma ketika kita mendapatkan Adipura, sedangkan di pelosok-pelosok desa, masyarakat aktif membuang sampah sembarangan,"ujarnya.

Baca juga: Antisipasi Penyebaran Covid-19, Pemkab Puncak Akan Perketat Mobilisasi Penumpang

Untuk itu, kata dia, perlu adanya penelusuran ke setiap tempat agar secara maksimal memberantas sampah.

"Mungkin saat ini udara kita tidak tercemar, namun tanpa disadari polusi sampah dan pengolahannya pun sudah jarang," katanya.

Selanjutnya ia berharap, agar pemerintah kota dapat melihat atau membuat alat recycle untuk bisa mengubah pelastik.

Baca juga: Hendrikus Basikbasik Siap Sumbang Medali Emas Untuk Papua Pada PON XX

"Tentunya kalau mau dirubah, masa depan nanti bisa kita gunakan sebagai tenaga listrik,"ujarnya.

Dia menambahkan, masyarakat tidak menggunakan produk pelastik guna meminimalisir adanya penumpukan.

"Bagusnya itu, warga kalau ada kegiatan atau acara pesta usahakan tidak perlu pakai pelastik secara berlebihan,"tambah dia.(*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved