Kamis, 9 April 2026

Pendidikan

Pernah Jadi Pekerja Migas, Billy Bagi Pengalaman dan Tips Untuk Siswa Politeknik Bintuni

Staf khusus Presiden Billy Mambrasar pernah menjadi pekerja lapangan di industri migas

Editor: Maickel Karundeng
Istimewa
Suasana Staf Khusus Presiden Billy Mambrasar berbagi pengalaman dan tips didepan hadirin kurang lebih 100 hadirin di Aula P2TIM 

TRIBUN-PAPUA.COM,JAYAPURA- Staf khusus Presiden Billy Mambrasar pernah menjadi pekerja lapangan di industri migas.

Dari pengalaman yang dimiliki, ini tips karir yang diberikan untuk siswa Politeknik Bintuni.

Baca juga: Setelah 3 Tahun, Pelaku Pembunuhan Anggota Brimob di Sorong, Terungkap, Istri Korban Terlibat

"Saya kerja di Industri Migas selama 9 tahun, sebelum ditunjuk jadi Pengusaha dan Pegiat Sosial, lalu ditunjuk menjadi Staf Khusus Presiden RI,"kata Stafsus Presiden Billy Mambrasar melalui rilis pers yang diterima Tribun-Papua.com, Selasa (24/8/2021).

"Saya mulai karir saya sebagai Operator Lapangan, pake coverall, helm, panas-panasan di lapangan, panjat tanki, lompat ke platform produksi,"ujarnya.

Baca juga: Monalisa Sembor: Masalah Sampah dan Kebersihan di Kota Jayapura Jadi Tugas Bersama

Billy mengatakan meski demikian dia tetap semangat bekerja untuk menghidupi keluarga dan orangtua.

"Tapi saya semangat kerja, karena saya cari uang untuk menghidupi orang tua dan keluarga saya. Karir saya menanjak cepat, hingga dipromosikan jadi insinyur,"katanya.

"Kalau sa bisa melalui semua itu dengan baik, sa yakin, kam juga bisa,"ujar Billy Mambrasar, disambut tepuk tangan Meriah seluruh Siswa P2TIM, sebuah Politeknik Migas, Teluk Bintuni.

P2TIM adalah sebuah Politeknik yang mendidik anak-anak Papua di Bintuni, untuk menjadi pekerja di Industri Migas.

Baca juga: Yevhen Bokhashvili Dipilih Jacksen F Tiago sebagai Striker Utama di Persipura, Gantikan Boaz Solossa

Keahlian yang diajarkan diantaranya, untuk menjadi "Welder" (Pengelas), "Rigger" (Pemasangan ring pipa dan baja), "Scafolder" (Pemasangan struktur penunjang), dan Tenaga listrik. Sejak 2017, P2TIM telah meluluskan tujuh angkatan, dengan jumlah satu angkatan sebanyak 100 orang.

Billy Mambrasar adalah salah satu dari 11 orang Staf Khusus Presiden RI, yang ditunjuk pada akhir 2019 lalu, tepat setelah Pelantikan Presiden RI, Joko Widodo, untuk periode ke dua.

Baca juga: Hotel Mercure Jayapura Akan Gandeng UMKM Lokal, Promosikan Budaya dan Kerajinan Tangan Papua

Billy Mambrasar lulus dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan, pada 2009, kemudian memulai karirnya di Industri Migas, dengan bergabung ke perusahaan Minyak asal Inggris: BP, sebelum kemudian menjadi pengusaha dan pegiat sosial.

Lalu, ditunjuk masuk istana menjadi Staf Khusus Presiden Bidang Pendidikan, Kewirausahaan, Inovasi dan Pembangunan Daerah terluar.

Baca juga: Terbongkar Istri Terlibat Kasus Pembunuhan Anggota Brimob 3 Tahun Lalu, Anak Dimintai Keterangan

Billy Mambrasar bercerita bahwa dia memulai karirnya sebagai operator lapangan, di beberapa fasilitas produksi gas milik BP, mengoperasikan peralatan di lapangan.

Billy lalu dipromosikan sebagai insinyur melalui program pembinaan insinyur muda, dan mencapai puncak karirnya sebelum memutuskan mengundurkan diri dan fokus di beberapa usahanya, dan juga menjalankan Yayasan Kitong Bisa, sebuah Yayasan sosial yang fokusnya memberikan Pendidikan non formal gratis untuk anak-anak Papua.

Baca juga: Bocah Kelas 4 SD Dianiaya Anggota TNI, Orangtua Sebut Anaknya Dijemput di Rumah oleh 2 Orang

"Kalian harus bersyukur mendapatkan kesempatan untuk belajar di institusi yang disediakan oleh Pemda Kabupaten Teluk Bintuni ini,"katanya.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved