Selasa, 14 April 2026

PON XX Papua

Ini Kata Kapolri Soal Pengamanan dan Prokes di PON XX Papua

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menekankan pengaman dan Porkes saat PON XX Papua menjadi fokus utama TNI Polri serta Forkopimda di Papua.

Penulis: Hendrik Rikarsyo Rewapatara | Editor: Ri
Tribun-Papua.com/Hendrik Rewapatara
Panglima TNI dan Kapolri bersama Menteri Pemuda dan Olahraga saat mengunjungi Gedung Olahraga Waringin Kotaraja, Kota jayapura, Jumat (27/8/2021). 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Menpora Zainudin Amali melakukan peninjauan venue pertandingan panjat tebing dan biliar PON ke-XX di Kabupaten Mimika, Papua, Sabtu (28/8/2021) kemarin.

Dalam kesempatan itu, Sigit mengecek langsung kesiapan penyelenggara terkait dengan penerapan protokol kesehatan (prokes) untuk para atlet, official, penonton dan pihak lain yang terkait.

Menurut Sigit, kedisiplinan prokes harus betul-betul dilaksanakan agar mencegah penyebaran virus corona.

Baca juga: Kapolri Serahkan Oksigen Generator Bantu Penanganan Covid-19 di Papua

"Ini benar-benar harus diperhatikan penerapan kedisiplinan protokol kesehatannya untuk atlet dan seluruh pihak yang terlibat," kata Sigit dalam tinjauannya.

Sigit juga meminta jajaran TNI dan Polri menyiapkan strategi pengamanan demi menyukseskan perhelatan pesta olahraga nasional ini. tujuannya agar dapat berjalan aman, damai dan lancar dari segala bentuk gangguan.

Baca juga: Seludupkan Ganja, Tiga Pemuda Tertangkap di Perbatasan RI-PNG

Menurut Kapolda Banten ini, strategi pengamanan di seluruh arena olahraga PON ke-XX Papua, harus dipersiapkan personel keamanan di ring satu, dua dan tiga.

"Personel TNI dan Polri harus menyiapkan pengamanan pelaksanaan PON pada ring satu, dua dan tiga. Maksimalkan kekuatan yang ada," ujar Sigit.

Eks Kabareskrim Polri itu menekankan, diperlukan persiapan dengan langkah luar biasa terkait pelaksanaan PON ke-XX.

Baca juga: Seludupkan Ganja, Tiga Pemuda Tertangkap di Perbatasan RI-PNG

Strategi penanganan dan pengendalian virus corona untuk seluruh pihak terkait, harus dilakukan sejak keberangkatan, ketika tiba, dan saat menetap ketika menjalani pertandingan.

Untuk peserta yang hendak berangkat mengikuti PON, Sigit menekankan harus melakukan test Covid-19 dalam waktu dua atau tiga hari sebelum perjalanan.

"Kurangi kontak fisik dengan orang lain selama 14 hari sebelum keberangkatan. Siapkan daftar nama orang yang kontak erat untuk di validasi oleh petugas Covid-19 PB PON XX. Laksanakan protokol kesehatan sesuai rekomendasi Kemenkes, termasuk mengganti masker setiap hari atau masker kain dilapis 2 atau 3," ucap Sigit.

Baca juga: Rumah Kajati Papua Didatangi Puluhan Orang, Pertanyakan Kasus Victor Yeimo

Kemudian ketika tiba di Papua, Sigit mendorong Forkopimda untuk aktif memastikan penerapan 3M (memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak). Menyerahkan hasil test Covid-19.

Sigit meminta agar melakukan pengawasan ekstra ketat diantaranya, membatasi aktivitasi atau hanya sebatas menjalani tugas dan peran.

Mematuhi protokol kesehatan yang diatur. Lalu, wajib lapor kondisi kesehatan melalui aplikasi pelaporan kesehatan PB PON XX atau ke dokter kontingen masing-masing.

Baca juga: Pengusaha Asli Papua Palang Kantor Bupati, Tuntut Janji Politik Saat Maju Pilkada Jayawijaya

"Bila dianggap perlu maka akan dilaksanakan tes Covid-19. Akan dilakukan tes Covid-19 secara reguler selama PON berlangsung, sesuai tugas dan peran masing-masing. Jika hasil tes positif maka akan dilakukan isolasi mandiri atau dirujuk ke RS sesuai pedoman Kemenkes. Akan dilaksanakan tracing terhadap kontak erat," tutur Sigit.

Sumber: Tribun Papua
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved