Wisata Papua

Seram, Lihat Kerangka Tentara Jepang di Gua Binsari Biak Papua 

Kabupaten Biak Numfor di Provinsi Papua memiliki sejumlah objek wisata sejarah Perang Dunia ke-II, salah satunya Gua Jepang Binsari. 

Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Ri
Istimewa
Tampak dalam dari Gua Jepang Binsari di Kampung Sumberker, Distrik Samofa Biak. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Aldi Bimantara 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Kabupaten Biak Numfor di Provinsi Papua memiliki sejumlah objek wisata sejarah Perang Dunia ke-II, salah satunya Gua Jepang Binsari. 

Gua Jepang Binsari terletak di pusat Kota Biak, tepatnya di Kampung Sumberker, Distrik Samofa Biak. 

Gua Jepang dalam bahasa setempat disebut Gua Abyab Binsari, yang berarti Gua Nenek. 

Baca juga: Ini Kata Kapolri Soal Pengamanan dan Prokes di PON XX Papua Nantinya

Sesuai cerita turun temurun dari warga setempat, dulunya di gua itu hidup seorang nenek. 

Namun saat pasukan tentara Jepang datang ke dalam gua, sang nenek menghilang tanpa jejak. 

Secara geologi, Gua Jepang ialah gua alami yang terbentuk oleh alam. Dari sumber literatur yang diperoleh, Gua ini sering digunakan masyarakat, untuk beristirahat dan mengambil air untuk keperluan sehari-hari. 

Baca juga: Update Covid-19 Papua, Kota Jayapura Sumbang 12.715 Kasus Kumulatif Positif, Waropen Hanya 1 Kasus

Pada masa Perang Dunia ke-II, pasukan Tentara Jepang menempati gua tersebut, dan difungsikan sebagai pusat logistik. 

Sekaligus sebagai tempat persembunyian di bawah komando Kolonel Kozume.

Namun naas, lokasi tersebut diketahui oleh sekutu, tepat pada 7 Juni 1944, sekutu menjatuhkan bom dan drum-drum yang berisi bahan bakar di atas gua, hingga menyebabkan sekitar 3.000 tentara Jepang meninggal dunia.

Baca juga: Prakiraan Cuaca Kota Jayapura dan Kabupaten Keerom Hari Ini, Minggu 29 Agustus 2021

Hingga kini, di dalam gua tersebut masih tersimpan kerangka tentara Jepang, yang terdiri dari tengkorak dan tulang lengan manusia. 

Tulang belulang dan tengkorak manusia milik tentara Jepang tersebut, berada di dasar dan dinding-dinding gua.  

Tersebar secara sporadis, dan jika diperhatikan lebih detail, maka dapat dilihat kalung dan item-item lainnya yang masih melekat, milik khas seorang tentara.

Baca juga: Terparkir di Garasi, Lima Bus Pemda Nabire di Papua Terbakar

Suasana di dalam gua juga hening, dan hanya terdengar sayup-sayup suara air yang berjatuhan ke liang-liang gua.

Halaman
12
Sumber: Tribun Papua
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved