Breaking News:

Penyerangan Posramil Maybrat

Kapendam Kasuari: Petugas Berhasil Kantongi Identitas 20 Orang Terduga Separatis KNPB

Kami sudah mengantongi identitas 20 orang terduga separatis teroris yang melakukan penyerangan Posramil

Penulis: Safwan Ashari Raharusun | Editor: M Choiruman
ISTIMEWA
KUNJUNGAN - Suasana saat kunjungan Gubernur, Pangdam XVIII/Kasuari, dan Kapolda Papua Barat, di Posramil Kisor, Maybrat. 

Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun

TRIBUNPAPUABARAT.COM, SORONG - Empat hari pasca penyerangan di Posramil Kisor, Kabupaten Maybrat, Papua Barat, yang menewaskan 4 prajurit TNI, apparat gabungan TNI dan Polri berhasil mengidentifikasi identitas 20 orang terduga gerilyawan separatis teroris yang bergabung dalam Komite Nasional Papua Barat (KNPB), yang diduga ikut menyerang Posramil tersebut.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Penerangan Kodam XVIII/Kasuari, Letnan Kolonel Arm Hendra Pesireron.

Ini Alasan Warga 4 Kampung di Maybrat Mengungsi ke Hutan Usai Penyerangan Posramil Kisor

"Kami sudah mengantongi identitas 20 orang terduga separatis teroris yang melakukan penyerangan Posramil," ujar Pesireron, kepada TribunPapuaBarat.com, Minggu (5/9/2021).

Saat ini, pihaknya meminta agar yang terlibat segera menyerahkan diri kepada petugas, baik TNI maupun jajaran di Kepolisian. "Kalau masih tetap sembunyi, sampai ke ujung dunia pun tetap kami cari," tegasnya.

Selain itu, pihaknya meminta agar masyarakat tak perlu takut, karena petugas terus melakukan upaya pengamanan agar situasi tetap kondusif. "Sekarang ini TNI-Polri bersama rakyat, dan menjamin keamanan di sana," imbuhnya.

Sebelumnya, Bupati Maybrat, Bernard Sigrim mengatakan peristiwa penyerangan yang menewaskan 4 prajurit TNI AD di Posramil Kisor, Maybrat, Papua Barat, merupakan pembantaian yang paling sadis sepanjang sejarah masyarakat Ayamaru, Aitinyo dan Aifat.

Baca juga: Bupati Maybrat : Pembantaian di Posramil Paling Sadis Sepanjang Sejarah

"Situasi seperti ini barusan terjadi dalam ratusan tahun kehidupan kami orang Ayamaru, Aitinyo dan Aifat raya," kata Bupati Maybrat Bernard Sigrim kepada sejumlah awak media di lokasi kejadian, Sabtu (4/9/2021).

Bupati Sigrim mengaku, sepanjang sejarah ada perang lokal di daerah tersebut. "Siapapun orang yang beragama, bahkan binatang sekalipun tidak pernah melakukan tindakan sesadis ini," katanya.

Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen I Nyoman Cantiasa menyebutkan penyerangan di Posramil Kisor di Papua Barat dilakukan oleh sekelompok orang tak dikenal (OTK). "Iya benar, kami akan memberikan keterangan pers pukul 01.30 WIT," ujar Pangdam.

Dia mengatakan, penyerangan terjadi pada Kamis (2/9/2021) dini hari. Jumlah penyerang diperkirakan sebanyak 50 orang.

Baca juga: Tak Punya Kasih, Kapendam Kasuari Minta Masyarakat Usir Teroris dari Papua Barat

Lima anggota TNI selamat dalam penyerangan Pos Rayon Militer (Posramil) Kisor, Kampung Kisor, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat.

Penyerangan diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), Kamis (2/9/2021) sekira pukul 03.00 WIT. Insiden tersebut, kata Pangdam mengakibatkan 4 orang prajurit gugur, dua orang luka bacok, dan 5 orang dalam kondisi selamat. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved