Rabu, 27 Mei 2026

Penyerangan Posramil Maybrat

Penyerangan Posramil Kisor, Kapendam Kasuari : Kalau Masih Sembunyi, Kami Cari

Kapendam XVIII/Kasuari, Letnan Kolonel Arm Hendra Pesireronpihaknya meminta agar yang terlibat penyerangan di Posramil Kisor

Tayang:
Editor: Maickel Karundeng
ISTIMEWA
KUNJUNGAN - Suasana saat kunjungan Gubernur, Pangdam XVIII/Kasuari, dan Kapolda Papua Barat, di Posramil Kisor, Maybrat. 

TRIBUN-PAPUA.COM,JAYAPURA- Kapendam XVIII/Kasuari, Letnan Kolonel Arm Hendra Pesireron meminta agar yang terlibat penyerangan di Posramil Kisor, Kabupaten Maybrat segera menyerahkan diri kepada petugas, baik TNI maupun jajaran di Kepolisian

"Kalau masih tetap sembunyi, sampai ke ujung dunia pun tetap kami cari," tegas Letnan Kolonel Arm Hendra Pesireron kepada TribunPapuabarat.com,Minggu (5/9/2021).

Kapendam Hendra meminta agar masyarakat tak perlu takut, karena petugas terus melakukan upaya pengamanan agar situasi tetap kondusif.

"Sekarang ini TNI-Polri bersama rakyat, dan menjamin keamanan di sana," ujarnya.

Baca juga: Ini Alasan Warga 4 Kampung di Maybrat Mengungsi ke Hutan Usai Penyerangan Posramil Kisor

Empat hari pasca penyerangan di Posramil Kisor, Kabupaten Maybrat, Papua Barat, yang menewaskan 4 prajurit TNI, aparat gabungan TNI/Polri berhasil mengidentifikasi identitas 20 orang terduga gerilyawan separatis teroris.

Ke-20 itu tergabung dalam Komite Nasional Papua Barat (KNPB), yang diduga ikut menyerang Posramil tersebut.

"Kami sudah mengantongi identitas 20 orang terduga separatis teroris yang melakukan penyerangan Posramil,"katanya.

Baca juga: Kapendam Kasuari: Petugas Berhasil Kantongi Identitas 20 Orang Terduga Separatis KNPB

Saat ini, pihaknya meminta agar yang terlibat segera menyerahkan diri kepada petugas, baik TNI maupun jajaran di Kepolisian. "Kalau masih tetap sembunyi, sampai ke ujung dunia pun tetap kami cari," tegasnya.

Selain itu, pihaknya meminta agar masyarakat tak perlu takut, karena petugas terus melakukan upaya pengamanan agar situasi tetap kondusif. "Sekarang ini TNI-Polri bersama rakyat, dan menjamin keamanan di sana," imbuhnya.

Sebelumnya dikabarkan, Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen I Nyoman Cantiasa menyebutkan penyerangan di Posramil Kisor di Papua Barat yang dilakukan oleh sekelompok orang tak dikenal (OTK).

"Iya benar, kami akan memberikan keterangan pers pukul 01.30 WIT," ujar Pangdam.

Baca juga: Viral Video Kekerasan pada Anak Diduga Terjadi di Pondok Pesantren, Anggota DPRD Demak ke Lokasi

Dia mengatakan, penyerangan terjadi pada Kamis (2/9/2021) dini hari. Jumlah penyerang diperkirakan sebanyak 50 orang.

Lima anggota TNI selamat dalam penyerangan Pos Rayon Militer (Posramil) Kisor, Kampung Kisor, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat.

Penyerangan diduga dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), Kamis (2/9/2021) sekira pukul 03.00 WIT.

Baca juga: Daftar 36 Pemain Timnas Indonesia U-18 Jelang Piala Dunia, Ada Nama Pemain Asal Sentani

Insiden tersebut, kata Pangdam, 4 orang prajurit gugur, dua orang luka bacok, dan 5 orang dalam kondisi aman.

Bupati Maybrat, Bernard Sagrim mengatakan peristiwa penyerangan yang menewaskan 4 prajurit TNI AD di Posramil Kisor, Maybrat, Papua Barat, merupakan pembantaian yang paling sadis sepanjang sejarah masyarakat Ayamaru, Aitinyo dan Aifat.

Baca juga: Pastikan Papua Aman Jelang PON XX, Mahfud MD: Akan Berjalan dengan Baik

"Situasi seperti ini barusan terjadi dalam ratusan tahun kehidupan kami orang Ayamaru, Aitinyo dan Aifat raya," kata Bupati Maybrat Bernard Sigrim.

Bupati Sagrim mengaku, sepanjang sejarah ada perang lokal di daerah tersebut.

"Siapapun orang yang beragama, bahkan binatang sekalipun tidak pernah melakukan tindakan sesadis ini," katanya.(*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved