Mencari Pengganti Klemen Tinal
Ali Kabiyai: Demokrat Harus "Logowo", Kursi Cawagub Itu Milik Golkar
"Demokrat itu harus legowo atau iklas karena almarhum Klemen Tinal merupakan ketua Golkar Papua," kata Ali Kabiyai.
Penulis: Calvin Louis Erari | Editor: Roy Ratumakin
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Calvin Louis Erari
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Ketua Pemuda Adat Wilayah II Saireri, Kabupaten Nabire, Ali Kabiyai, mengatakan Partai Demokrat harus iklas sebab kursi Calon Wakil Gubenur (Cawagub) Papua milik Partai Golongan Karya (Golkar).
"Demokrat itu harus legowo atau iklas karena almarhum Klemen Tinal merupakan ketua Golkar Papua. Jadi yang harus menggantikan kursi Wagub itu harus dari Partai Golkar," kata Kabiayai, Senin (6/9/2021) kepada wartawan termasuk Tribun-Papua.com.
Menurut Kabiyai, tidak boleh dari Demokrat lagi yang menjadi Cawagub Papua untuk mendamping Gubenur Lukas Enembe di masa sisah jabatannya.
Baca juga: Gubernur Papua Harus Legowo, Ali Kabiyai: Ada Sekda Definitif
"Tidak boleh pemimpinya Demokrat, terus wakilnya Demokrat, ini tidak benar. Ada apa, dan ini yang harus dipertanyakan, masa semuanya Demokrat mau ambil alih, sementara kemarin yang banyak memenangkan Lukmen Jilit 1 itu termasuk massanya Golkar," ungkapnya.
Dikatakan, biarkan proses demokrasi berjalan seperti biasanya, dan juga berikan kesempatan kepada masyarakat dari wilayah lain di Papua untuk meduduki kursi tersebut.
"Beberapa waktu lalu ada dukungan-dukungan dari lembaga adat untuk mendukung Komjen Pol Paulus Waterpauw sebagai calon wakil Gubenur Papua menemani Gubenur Papua, Lukas Enembe di masa sisah pemerintahannya di Papua," jelasnya.
Dengan bentuk dukungan-dukungan dari masyarakat adat kepada Paulus Waterpauw, kata dia perlu di hargai.
Baca juga: Mata-Mata Penyerangan 4 TNI di Maybrat Ditangkap, Ini Respon Komnas HAM
"Jadi kita harus hargai apa yang sudah masyarakat suarakan dan mendukung sepenuhnya ke Paulus Waterpauw," ungkapnya.
Selain itu, katanya, soal Cawagub Papua, perlu ada pemberian kesempatan kepada masyarakat adat dari wilayah untuk masuk berkopentisi sebagai Cawagub.
"Kita ini ada 7 wilayah adat, tapi yang pegang pemerintahan hanya dari wilayah Lapago, sementara Mepago, Tabi, Saireri kurang, oleh sebab itu mari berikan kesempatan untuk wilayah adat lain buat berkopentisi," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/ketua-pemuda-adat-wilayah-ii-saireri-kabupaten-nabire-ali-kabiyai.jpg)