Breaking News:

KKB Papua

Mata-Mata Penyerangan 4 TNI di Maybrat Ditangkap, Ini Respons Komnas HAM

MY diduga berafiliasi dengan Komite Nasional Papua Barat (KNPB) di wilayah tersebut yang telah membunuh empat prajurit TNI.

Editor: Roy Ratumakin
Tribun-Papua.com/Paul Manahara Tambunan
Kepala Perwakilan Komnas HAM Papua dan Papua Barat, Frits Ramandey. 

TRIBUN-PAPUA.COM: Satu di antara 50 orang yang diduga melakukan penyerangan di Posramil Kisor, Kabupaten Maybrat, Papua Barat berinisial MY (20) berhasil diamankan pihak Kepolisian.

MY diduga berafiliasi dengan Komite Nasional Papua Barat (KNPB) di wilayah tersebut yang telah membunuh empat prajurit TNI.

Pascakejadian, aparat gabungan langsung bergerak cepat mencari dalang atau aktor pembunuhan sadir tersebut.

Baca juga: Ali Kabiyai: Mendagri Harus Hadir Selesaikan Dualisme Sekda di Papua

Tak berselang lama, dua terduga diamankan. Sejurus kemudian, satu terduga kembali diamankan.

Kali ini, yang diamankan mengaku sebagai mata-mata dalam aksi tersebut.

Peran MY sangat vital, kerena tugasnya memberitahukan kepada rekannya soal kondisi Posramil dan para personil TNI yang malam itu berada di pos.

Berkat laporannya tersebut, militan KNPB berhasil membunuh empat prajurit dan lima lainnya berhasil melarikan diri dari amukan militan tersebut.

Akibat kasus tersebut, Komnas HAM perwakilan Papua dan Papua Barat pun angkat bicara.

Kepala Perwakilan Komnas HAM Papua, Frits Ramandey berharap, aparat kemanan harus meningkatkan kewaspadaan di wilayah Papua terutama di pinggiran kota.

Baca juga: Komnas HAM Serukan Penanganan KKB Papua Barat Secara Paralel dan Humanis

"Pengerangan ini sudah kdua kalinya. Pertama, pada Maret lalu ada penyerangan terhadap mobil milik Kapolres," kata Frits, Senin (6/9/2021).

Halaman
12
Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved