Senin, 15 Juni 2026

KKB Papua

Komnas HAM Serukan Penanganan KKB Papua Barat Secara Paralel dan Humanis

Pemerintah dan aparat kemanan diminta agar membangun komunikasi aktif, sehingga masyarakat tidak ketakutan saat berlangsungnya penegakan hukum.

Tayang:
Tribun-Papua.com/Paul Manahara Tambunan
Kepala Perwakilan Komnas HAM Papua dan Papua Barat, Frits Ramandey. 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (HAM) menyerukan agar penanganan Kelompok Bersenjata di Papua dan Papua Barat dilakukan secara paralel dan humanis.

Pemerintah dan aparat kemanan diminta agar membangun komunikasi aktif, sehingga masyarakat tidak ketakutan saat berlangsungnya penegakan hukum.

Hal ini disampaikan Kepala Perwakilan Komnas HAM Papua dan Papua Barat, Frits Ramandey, merespon penyerangan yang menewaskan 4 prajurit TNI di Posramil Kisor, kabupaten Maybrat, Papua Barat, pada pekan lalu.

"Aparat kemanan dan otoritas sipil pemerintah daerah harus membangun komunikasi aktif," kata Frits saat dihubungi Tribun-Papua, Senin (6/9/2021).

Baca juga: Emus Gwijangge: Menteri dan Pihak Lain Tak Boleh Intervensi Pemilihan Cawagub Papua

Komnas HAM menyampaikan bela sungkawa atas gugurnya 4 prajurit TNI AD yang dibantai oleh kelompok kriminal bersenjata secara sadis.

"Kami turut berduka, kasus itu sangat tidak manusiawi," ucap Frist.

Baca juga: Pengakuan Seorang Pembunuh 4 Prajurit TNI Maybrat: Saya Bertugas Sebagai Mata-mata

Menurutnya, insiden penyerangan aparat kemanan sudah dua kali terjadi di Kabupaten Maybrat.

Hal ini menunjukkan Maybrat menjadi daerah basis keberadaaan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua Barat. 

Baca juga: Berstandar Internasional, Ini Kemegahan Venue Hoki PON XX Papua di Doyo Baru Jayapura

"Daerah Maybrat sendiri sudah menunjukan eksistensi sejak Maret lalu, dengan menyerang Mobil Kapolres," katanya.

Dirinya pun berpesan agar TNI dan Polisi tetap bersiaga, dan tidak lengah.

"Aparat harus bersiaga di semua wilayah di tanah Papua, terutama diwilayah pinggiran Kota," tukasnya.

Di samping penegakan hukum terhadap para pelaku, lanjut Frits, aparat diminta untuk tidak membuat ketakutan bagi masyarakat sipil.

"Kita harap operasi ini terukur supaya jangan sampai masyarakat sipil menjadi korban," harapnya.

Sebelumnya, Bupati Maybrat, Bernard Sigrim mengatakan peristiwa di Posramil Kisor merupakan pembantaian paling sadis sepanjang sejarah masyarakat Ayamaru, Aitinyo dan Aifat.

"Siapapun orang yang beragama, bahkan binatang sekalipun tidak pernah melakukan tindakan sesadis ini," katanya.

Peristiwa naas itu terjadi Kamis 2 Agustus 2021 pukul 03.00 WIT.

Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa menduga pelaku penyerangan berjumlah 50 orang. (*)

(*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 00:00 WIB
Germany
Jerman
VS
Curacao
Curacao
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 03:00 WIB
Netherlands
Belanda
VS
Japan
Jepang
Grup E - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 06:00 WIB
Ivory Coast
Pantai Gading
VS
Ecuador
Ekuador
Grup F - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 09:00 WIB
Sweden
Swedia
VS
Tunisia
Tunisia
Grup H - Matchday 1
Senin, 15 Juni 2026 | 23:00 WIB
Spain
Spanyol
VS
Cape Verde
Tanjung Verde
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved