KKB Papua
Komnas HAM Serukan Penanganan KKB Papua Barat Secara Paralel dan Humanis
Pemerintah dan aparat kemanan diminta agar membangun komunikasi aktif, sehingga masyarakat tidak ketakutan saat berlangsungnya penegakan hukum.
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (HAM) menyerukan agar penanganan Kelompok Bersenjata di Papua dan Papua Barat dilakukan secara paralel dan humanis.
Pemerintah dan aparat kemanan diminta agar membangun komunikasi aktif, sehingga masyarakat tidak ketakutan saat berlangsungnya penegakan hukum.
Hal ini disampaikan Kepala Perwakilan Komnas HAM Papua dan Papua Barat, Frits Ramandey, merespon penyerangan yang menewaskan 4 prajurit TNI di Posramil Kisor, kabupaten Maybrat, Papua Barat, pada pekan lalu.
"Aparat kemanan dan otoritas sipil pemerintah daerah harus membangun komunikasi aktif," kata Frits saat dihubungi Tribun-Papua, Senin (6/9/2021).
Baca juga: Emus Gwijangge: Menteri dan Pihak Lain Tak Boleh Intervensi Pemilihan Cawagub Papua
Komnas HAM menyampaikan bela sungkawa atas gugurnya 4 prajurit TNI AD yang dibantai oleh kelompok kriminal bersenjata secara sadis.
"Kami turut berduka, kasus itu sangat tidak manusiawi," ucap Frist.
Baca juga: Pengakuan Seorang Pembunuh 4 Prajurit TNI Maybrat: Saya Bertugas Sebagai Mata-mata
Menurutnya, insiden penyerangan aparat kemanan sudah dua kali terjadi di Kabupaten Maybrat.
Hal ini menunjukkan Maybrat menjadi daerah basis keberadaaan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua Barat.
Baca juga: Berstandar Internasional, Ini Kemegahan Venue Hoki PON XX Papua di Doyo Baru Jayapura
"Daerah Maybrat sendiri sudah menunjukan eksistensi sejak Maret lalu, dengan menyerang Mobil Kapolres," katanya.
Dirinya pun berpesan agar TNI dan Polisi tetap bersiaga, dan tidak lengah.
"Aparat harus bersiaga di semua wilayah di tanah Papua, terutama diwilayah pinggiran Kota," tukasnya.
Di samping penegakan hukum terhadap para pelaku, lanjut Frits, aparat diminta untuk tidak membuat ketakutan bagi masyarakat sipil.
"Kita harap operasi ini terukur supaya jangan sampai masyarakat sipil menjadi korban," harapnya.
Sebelumnya, Bupati Maybrat, Bernard Sigrim mengatakan peristiwa di Posramil Kisor merupakan pembantaian paling sadis sepanjang sejarah masyarakat Ayamaru, Aitinyo dan Aifat.
"Siapapun orang yang beragama, bahkan binatang sekalipun tidak pernah melakukan tindakan sesadis ini," katanya.
Peristiwa naas itu terjadi Kamis 2 Agustus 2021 pukul 03.00 WIT.
Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa menduga pelaku penyerangan berjumlah 50 orang. (*)
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/kepala-perwakilan-komnas-ham-papua-dan-papua-barat-frits-ramandey.jpg)