KKB Papua
Kasus Pembantaian 4 Anggota TNI AD, ini Komentar Komnas HAM Papua
Komnas HAM meminta agar opreasi pengejaran para pelaku tidak mengorbankan warga sipil di Kabupaten Maybrat.
Penulis: Hendrik Rikarsyo Rewapatara | Editor: Ri
Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Hendrik R Rewapatara
TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Komnas HAM Perwakilan Papua sangat prihatian dengan kejadian Pembunuhan yang terjadi pada Kamis (2/9/2021) lalu di Posramil Maybrat Papua Barat.
Kepala Perwakilan Komnas HAM Papua, Frits Ramandey menyampaikan belasungkawa atas kejadian itu
"Kami turut berduka, kasus itu sangat tidak manusiawi," ungkap rits Kepada Tribun-Papua.com, Senin (6/9/2021) via telepon.
Baca juga: Sadis, 4 TNI AD Sebelum Tewas Dibantai, Para Korban sudah Dikepung
Kata Frits, kasus penyerangan aparat sudah kali kedua terhjadi di Maybrat.
"Daerah Maybrat sendiri sudah menunjukan existensi sejak Maret lalu dengan menyerang Mobil Kapolres," jelasnya.
menurutnya Daerah Maybrat menjadi basis baru di Papua barat, sehingga dirinya berpesan agar aparat bersiaga.
Baca juga: Inilah Curhatan 1 Anggota TNI AD Sebelum Tewas Dibantai Kelompok Separatis Papua Merdeka di Maybrat
"Aparat harus bersiaga di semua wilayah di tanah Papua, terutama diwilayah pinggiran Kota," tukasnya.
Komnas menyeruhkan agar penangaan kelompok sipil bersenjata secara pararel.
Baca juga: Letkol Hendra: Sampai ke Ujung Dunia pun tetap Kami cari Pelaku Penyerangan Pos TNI AD di Maybrat
"Aparat kemanan dan otoritas sipil Pemerintah daerah harus membangun komunikasi aktif," jelasnya.
Baca juga: Ini Pengakuan Dosa 1 Pelaku Penyerangan Pos TNI AD di Maybrat, hingga 4 Anggota Tewas secara Sadis
Pascakejadian ini, tambah Frits pasti akan operasi penegakan hukum, pengejaran pelaku, namun jangan sampai berdampak pada warga yang tidak tahu.
"Kita harap operasi ini, terukur supaya jangan sampai sebagian masyarakat sipil menjadi korban, " jelasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/frits-ramandey.jpg)