KKB Papua
Sadis, 4 TNI AD Sebelum Tewas Dibantai, Para Korban sudah Dikepung
Sebelum membantai 4 anggota TNI, para pelakusudah mengepung POS Ramil diri segara sudut, dan masuk secara berkelompok membawa senjata tajam.
TRIBUN-PAPUA.COM – Sebelum terjadi aksi pembunuhan secara sadis terhadap empat anggota TNI di Pos Rayon Militer Kaisor Maybrat, para pelaku sudah mengepung dari segala penjuru.
Menurut pengakuan MY salah satu pelaku penyerangan menyebutkan sudah ada 4 kelompok menyerang.
"Mereka bagi menjadi 4 tim, ada yang pantau dari sisi belakang samping dan depan, sebagian langsung masuk ke dalam pos," ungkap Kapolres Sorong Selatan AKBP Choiruddin Wachid.
Baca juga: Ini Pengakuan Dosa 1 Pelaku Penyerangan Pos TNI AD di Maybrat, hingga 4 Anggota Tewas secara Sadis
Dalam aksi penyerangan itu MY mengaku sebagai mata-mata sebelum aksi penyerangan dilakukan.
Lanjut dia, sekira pukul 03.00 WIT, Kamis (2/9/2021), terdapat 13 orang termasuk MY langsung melakukan penyerangan.
"Dalam pos itu ada tiga bilik. Si MY dan kedua rekannya ini mendapati tugas di bilik yang kedua," jelasnya.
Ia menuturkan, untuk kedua orang yang membantu MY hingga kini masih dalam proses penyelidikan.
Baca juga: Letkol Hendra: Sampai ke Ujung Dunia pun tetap Kami cari Pelaku Penyerangan Pos TNI AD di Maybrat
"Kemudian MY keluar untuk melakukan pemantauan, setelah itu terjadilah pembacokan," tuturnya.
Sementara itu Kapendam Kodamn VIII/Kasuari, Letkol Arm Hendra Pesireron meminta agar para pelaku penyerangan untuk menyeragkan diri.
Meski tetap bersembunyi tanpa menghindahkan perintah tersebut, aparat keamanan akan tetap memburu hidup atau mati.
Baca juga: Inilah Curhatan 1 Anggota TNI AD Sebelum Tewas Dibantai Kelompok Separatis Papua Merdeka di Maybrat
"Kalau masih tetap sembunyi, sampai ke ujung dunia pun tetap kami cari," tegas Kapendam Kodamn VIII/Kasuari, Letkol Arm Hendra Pesireron. Minggu (5/9/2021).
Hendra pun membeberakan saat ini pihaknya telah mengantongi identitas para pelaku penyerangan.
“Mereka dari KNPB, ada 20 orang,” jelasnya.
Sembari melakukan pengejaran pada pelaku penyerangan, pihahknya pun meminta untuk masyarakat tidak takut.
Baca juga: 3 Jam Sebelum Tewas Dibantai Kelompok Separatis, Pratu Sul Kirimkan Uang Buat Pendidikan Adiknya
"TNI dan Polri ada di pihak masyarakat, kami akan berikan jaminan keamanan itu,” bebernya.
Sebelumnya, Bupati Maybrat, Bernard Sigrim mengatakan peristiwa di Posramil Kisor, Maybrat, Papua Barat, merupakan pembantaian yang paling sadis sepanjang sejarah masyarakat Ayamaru, Aitinyo dan Aifat
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/pimpinan-kodap-3-ndugama-egianus-kogoya.jpg)