Breaking News:

KKB Papua

Komnas HAM Ingatkan Aparat Bertindak Soft  dalam Pengejaran Pelaku Pembunuhan 4 Anggota TNI AD

omnas HAM meminta penindakan dan pengejaran Pelaku penyerangan tidak berdampak pada warga sipil baik korban jiwa maupun trauma.

Penulis: Hendrik Rikarsyo Rewapatara | Editor: Ridwan Abubakar Sangaji
(Achmad Nasrudin Yahya)
Prajurit TNI tengah berkonsentrasi saat melakukan pengintaian di Kampung Jalai, Distrik Sugapa, Intan Jaya, Papua. 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Hendrik R Rewapatara

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Komnas HAM meminta agar Penindakan dan pengejaran terhadap Pelaku penyerangan 4 anggota TNI oleh aparat gabungan  tidak berdampak pada warga sipil baik korban jiwa maupun trauma.

Kepala Perwakilan Komnas HAM Papua Frits Ramandey mengatakan setelah kejadian pembunuhan di Posramil Maybrat, Komnas mendapat laporan ratusan orang mengungsi ke dalam hutan.

Baca juga: Sadis, 4 TNI AD Sebelum Tewas Dibantai, Para Korban sudah Dikepung

"Dua hari setelah peristiwa itu,  ratusan orang mengungsi ke dalam hutan," kata frits melalui via telepon, Kepada Tribun-Papua.com, Senin (6/9/2021).

Alasan warga mengungsi lantaran, kata Frits merasa takut menjadi sasaran aparat.

Baca juga: Ini Pengakuan Dosa 1 Pelaku Penyerangan Pos TNI AD di Maybrat, hingga 4 Anggota Tewas secara Sadis

“Kita berharap, Polisi dan TNI bersinergi serta Forkopimda Kabupaten Maybrat untuk mengurus masyarakat yang panik dan lari ke hutan,” ucapnya.

Komnas menyeruhkan agar mereka kembali ke Kampung mereka berasal, mengingat aparat Keamanan paham terkait prosedur penindakan yang baik dn benar.

Baca juga: Inilah Curhatan 1 Anggota TNI AD Sebelum Tewas Dibantai Kelompok Separatis Papua Merdeka di Maybrat

Komnas berharap, pemerintah Provinsi Papua barat dan Pemerintah Maybrat harus untuk segera mendatangi mereka.

Baca juga: Letkol Hendra: Sampai ke Ujung Dunia pun tetap Kami cari Pelaku Penyerangan Pos TNI AD di Maybrat

"Kami (Komnas) sedang menyusun agenda koordinasi ke Maybrat melihat Posramil serta warga yang mengungsi," ungkapnya.

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved