KKB Papua
MRPB : Maybrat Bukan Daerah Operasi Militer
Ketua Pokja MRPB, Christiana Ayello, meminta aparat TNI-Polri yang dikerahkan ke Kabupaten Maybrat, harus memahami situasi Papua
Penulis: Safwan Ashari Raharusun | Editor: Maickel Karundeng
Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun
TRIBUNPAPUABARAT.COM, SORONG - Ketua Pokja Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB), Christiana Ayello, meminta aparat TNI-Polri yang dikerahkan ke Kabupaten Maybrat, harus memahami situasi Papua.
"Pasukan itu harus paham situasi di Papua, supaya dia tidak membabi-buta dalam menyikapi persoalan," kata Ayello, kepada TribunPapuaBarat.com, Selasa (7/9/2021).
Baca juga: Terkait Mahkota Cenderawasih, Pemerhati Lingkungan Desak PB PON Keluarkan Pernyataan Sikap
Menurut dia, para aparat yang ada di Maybrat, harus menyikapi persoalan ini mulai dari akar masalah.
"Jangan hanya melihat kasus pembunuhan, kemudian dibalas dengan kematian juga,"ujarnya.
Baca juga: Pedagang Souvenir : Polisi Kehutanan Larang Penjualan Mahkota Burung Cenderawasih
"Kalau ini persoalan politik, mari kita duduk sama-sama. Tetapi jika ini pembunuhan murni, maka harus diselesaikan baik-baik,"katanya.
Baca juga: Ini Kronologis Kontak Tembak Antara KNPB dan TNI-Polri di Maybrat
"Kabupaten Maybrat, bukan merupakan daerah operasi militer (DOM). Dan jangan diselesaikan dengan kekerasan,"ujar Ayello.
Ia meminta, kepada semua pihak agar harus selesaikan persoalan secara baik.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/papua/foto/bank/originals/06092021-christina-ayello-1.jpg)