Minggu, 19 April 2026

KKB Papua

Terkait Penyerangan di Maybrat, Kapendam Kasuari: Bertemu OTK Bawa Senjata

Kepala Penerangan Kodam XVIII/Kasuari, Letnan Kolonel Arm Hendra Pesireron, membeberkan kronologi kejadian di Kabupaten Maybrat

Penulis: Safwan Ashari Raharusun | Editor: Maickel Karundeng
Istimewa
Saat kontak tembak berlangsung antara aparat TNI-Polri dan KNPB di Kabupaten Maybrat, Papua Barat. 

Laporan Wartawan TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari Raharusun

TRIBUNPAPUABARAT.COM, MAYBRAT - Kepala Penerangan Kodam XVIII/Kasuari, Letnan Kolonel Arm Hendra Pesireron, membeberkan kronologi kejadian di Kabupaten Maybrat, antara aparat TNI-Polri dan KNPB.

Letnan Kolonel Arm Hendra Pesireron mengatakan, kejadian itu bukan merupakan kontak tembak.

Baca juga: Oknum Ondoafi Diduga Dalangi Pembakaran 10 Rumah di Kompleks Bandara Sentani Jayapura

"Jadi itu pas kita mau melakukan patroli ke arah sana, tiba-tiba bertemu dengan orang tak dikenal (OTK) dua orang yang bawa senjata ditengah jalan," kata Pesireron, saat dihubungi wartawan, Selasa (7/9/2021).

"Begitu langsung dikejar, itu saja sih,"ujarnya.

Baca juga: PON XX Papua Tinggal Hitung Hari, KKB Tunjukkan Eksistensinya

Berdasarkan informasi yang dihimpun TribunPapuaBarat.com, kontak tembak antara Pok KNPB dengan Apkam TNI/Polri robongan Danrem 181/Praja Vira Tama Brigjen TNI Indra Heri, Minggu 5 September 2021.

Sekira pukul 13.45 WIT, dilaksanakan Serpas Tim 3 Yonif Raider 762 dengan jumlah 44 orang, menunu Pos Kapung Kamat, Distrik Aifat Timur.

Baca juga: DPW PPP Ikut Rekomendasi Lukas Enembe soal Dua Nama Cawagub Papua

Yang ikut dalam rombongan adalah Danrem, Asintel Kodam XVIII/Kasuari, Kasi Intel Korem 181/PVT, Kapolres Sorong Selatan, Dandim, Ketua DPRD dan lainnya.

Pukul 14.30 WIT, rombongan masuk melewati pertigaan Susumuk Maauk, arah Aifat dengan melewati Kampung sejumlah kampung seperti Sory, Fatemanaa, Saba, Tasimara, dan Kampung Fankahrio.

Hanya saja, rombongan terhenti sekira pukul 15.40 WIT, akibat jembatan kayu sepanjang 6 meter putus.

Baca juga: Mutiara Baru Persipura, Ramai Rumakiek Pemain Muda Terbaik Pekan Perdana BRI Liga 1

Diduga, jembatan tersebut sengaja dirusak oleh kelompok KNPB dengan menggunakan gerjaji Sensor, untuk menghambat dan menghalangi perjalanan.

Selain itu, sekitar pukul 15.40 WIT, rombongan Danrem 181/PVT melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki.

Tak hanya itu, jembatan kedua yang jaraknya sekitar 200 meter, pun dirusak dengan menggunakan gergaji sensor.

Baca juga: Ramai Rumakiek Sabet Best Young Player of The Week BRI Liga 1

Kemudian, setelah jembatan kedua kurang lebih 100 meter, ada pohon ditumbangkan kejalan rombongan melanjutkan perjalanan sekitar 2 kilo meter.

Sekitar pukul 16.17 WIT, rombongan paling depan mendapatkan tembakan dari para gerilyawan KNPB arah kiri.

Tak butuh waktu lama, pihak aparat secara langsung membalas tembakan ke arah kelompok KNPB yang kini melarikan diri.(*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved