Breaking News:

Mahkota Cenderawasih

Soal Mahkota Cenderawasih di PON XX, Aktivis Lingkungan Minta BBKSDA Bentuk Satgas Khusus  

Polemik penggunaan Mahkota Cenderawasih asli saat PON XX 2021, aktivis lingkungan meminta Balai Besar KSDA Papua bentuk satgas khusus. 

Penulis: Aldi Bimantara | Editor: Ridwan Abubakar Sangaji
Istimewa
aktivis lingkungan Irwan Johan 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Aldi Bimantara 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Polemik penggunaan Mahkota Cenderawasih asli saat PON XX 2021, aktivis lingkungan meminta Balai Besar KSDA Papua bentuk satgas khusus. 

Hal itu disampaikan aktivis lingkungan Irwan Johan kepada Tribun-Papua.com Rabu (8/9/2021).  

"Intinya saya berharap BBKSDA Papua dapat membentuk satgas pemantauan dan penegakkan hukum untuk event PON," sebutnya.

Baca juga: Kasus Polisi Bakar Istri Dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Sorong

Satgas menurutnya sebagai langkah jangka pendek, kemudian untuk jangka panjangnya perlu duduk bersama dengan para pemerhati lingkungan, ataupun organisasi dan komunitas.

"Papua ini benteng keanekaragaman hayati terakhir, kalau kitong (kita) tidak jaga dari sekarang, mungkin bisa jadi semua tinggal kenangan," imbuhnya. 

Selain itu, rekomendasi untuk membentuk satgas pemantauan khusus itu, berangka dari sejumlah pertanyaan yang harus disikapi dengan baik dan cermat.  

Pertanyaan yang harus dapat diakomodir ialah, bagaimana memastikan momen PON XX dapat steril dari penggunaan mahkota asli Burung Cenderawasih. 

Kemudian bagaimana BBKSDA dapat memastikan mahkota asli Burung Cenderawasih tidak dibeli, dan dibawa keluar Papua.

Baca juga: Minggu Depan Jelang PON XX Papua, Polresta Gelar Patroli Skala Besar

Sebab menurut Irwan, ditinjau dari fakta yang ada, masih marak terjadi perdagangan dan perburuan, tentu ini merupakan salah satu indikasi dari lemahnya pengawasan. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved