Selasa, 14 April 2026

PON XX Papua

1.600 Pasukan Diturunkan Pekan Depan Amankan PON XX Papua

Markas besar kepolisian RI menurunkan 1.600 personel atau 16 Satuan Setingkat Kompi (SSK) untuk membantu pengamanan pelaksanaan PON.

Editor: Roy Ratumakin

TRIBUN-PAPUA.COM: Asisten Operasi (Asops) Kapolri, Irjen Pol Imam Sugianto menyampaikan 1.600 personel atau 16 Satuan Setingkat Kompi (SSK) Brimob baru akan diturunkan pada pekan depan untuk mengamankan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX.

"Minggu depan saat Ops PAM PON dilaksanakan 18 September 2021," kata Imam dikutip Tribun-Papua.com dari laman Kompas, Kamis (9/9/2021).

Ia menuturkan ribuan personel itu nantinya akan dipusatkan di 4 klaster penyelenggaraan PON Papua.

Baca juga: BREAKING NEWS: Hari ini Menkopolhukam Mahfud MD Kunjungi Papua

Diantaranya yakni di Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Merauke dan Kabupaten Mimika.

"Iya di 4 wilayah, semua unsur kepolisian dilibatkan," tukasnya.

Sebagai informasi, Markas besar kepolisian RI menurunkan 1.600 personel atau 16 Satuan Setingkat Kompi (SSK) untuk membantu pengamanan pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX.

Diketahui, Pekan Olahraga Nasional (PON) XX direncanakan berlangsung pada Oktober 2021 mendatang. Hal itu untuk mengantisipasi adanya gangguan keamanan dari Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Kepolisian RI sebelumnya telah memetakan ancaman utama pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX yang direncanakan berlangsung pada Oktober 2021 mendatang.

Baca juga: Sukseskan PON XX, Pangansari akan Siapkan 960.000 Meals untuk Kluster Kabupaten Jayapura

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Ahmad Musthofa Kamal menyampaikan kelompok kriminal bersenjata (KKB) dan aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Komine Nasional Papua Barat (KNPB) merupakan dua hal yang menjadi ancaman utama.

Ia menyampaikan pihaknya mengantisipasi dengan mengelar simulasi Sistem Pengamanan Kota (Sispamkota). Simulasi itu terus dilakukan menjelang pelaksanaan PON XX.

Baca juga: Ini Arahan Jacksen F Tiago Kala 2 Pemain Asing Persela Dipastikan Main

"Ancaman utama yang ada di Provinsi Papua adalah gangguan dari Kelompok KKB dan KKP, perlu diantisipasi juga aksi demonstrasi yang ditunggangi oleh KNPB untuk mencoba menggagalkan atau membuat rusuh pada saat pelaksanaan PON XX Papua," kata Kabid Humas Polda Papua, Kombes Ahmad Musthofa Kamal kepada wartawan, Minggu (5/9/2021).

Ia menerangkan pengamanan ini nantinya akan ditangani Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Papua.

Mereka bersiap untuk melakukan skenario penjagaan hingga kemungkinan terburuk.

Lebih lanjut, Musthofa menyampaikan pihaknya juga telah menyiapkan skenario pengaturan lalu lintas.

Tak hanya itu, mereka juga menyiapkan skenario pengawalan para kontingen atlet yang tiba di Papua.

Hal ini untuk mencegah adanya kemacetan, kecelakaan lalu lintas maupun adanya aksi unjuk rasa masyarakat yang mencoba menolak kegiatan PON XX Papua.

"Persoalan yang diangkat adalah bagaimana cara dari tim pengamanan untuk melakukan penanganan terhadap warga yang melanggar Prokes," tukas dia. (*)

Sumber: Tribun Papua
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved