Kekerasan Anak di Bawah Umur

Polisi: Baru 7 Saksi Diperiksa Atas Dugaan Rudapaksa Anak SMU oleh Oknum Pejabat dan Politisi Papua

Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal mengatakan pihaknya baru memintai keterangan 7 orang saksi atas kasus yang diduga dilakukan oknum Kepala Dinas PU Papua

Tribun-Papua.com/Istimewa
KAMPANYE - Koalisi Anti Kekerasan Seksual saat mengggelar kampanye di Jayapura, beberapa waktu lalu. (Istimewa) 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA - Babak pembuka kasus dugaan kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur yang diduga menimpa 4 siswi SMU di Jayapura, oleh oknum Pejabat Dinas PU dan politisi Papua, bergulir.

Ini setelah pihak keluarga korban melaporkan 5 orang terduga pelaku ke SPKT Polda Papua, pada Sabtu (11/9/2021).

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal mengatakan pihaknya baru memintai keterangan 7 orang saksi atas kasus yang diduga dilakukan oknum Kepala Dinas PU dan politisi partai ternama di Papua.

"Baru tujuh orang yang mengetahui pergerakan korban terkait kasus ini diperiksa sebagai saksi oleh penyidik Ditreskrimum Polda Papua," kata Kamal kepada Tribun-Papua.com di Jayapura, Minggu (13/9/2021).

Baca juga: Oknum Pejabat dan Politisi Papua Diduga Rudapaksa Siswi SMU, Polisi Periksa Sejumlah Saksi

Adapun keempat korban berinisial D, D, R dan O berusia 16 tahun, dan masih duduk di kursi SMU di Kota Jayapura.

"Satu dari keluarga korban melaporkan kekerasan yang dialami putrinya (korban) yang dilakukan oleh terlapor," kata Kamal.

Sementara, kasus ini masih dalam status penyelidikan.

Kamal melanjutkan, para saksi lainnya akan dipanggil untuk penyelidikan lebih mendalam hari ini, Senin (13/9/2021). 

"Kemungkin saksi akan bertambah," katanya.

Baca juga: Ajaib, Bayam Merah Dapat Mencegah Anemia hingga Menjaga Kesehatan Jantung

Direktorat Reskrimum Polda Papua akan terus melakukan pendalaman hingga mengungkap secara utuh kasus ini, mulai kronologis, jumlah korban, hingga terduga pelaku.

"Selain menanggapi laporan dari pelapor, kami juga melihat isu yang berkembang apakah korbannya ada empat atau satu, para pelakunya berapa, ini masih beberapa sisi."

"Tunggu penyidik dulu memperoleh data konkrit dan anatomi kriminalnya, siapa berbuat apa dan pasal yang akan disangkakan. Baru kami simpulkan," ujar Kamal.

Baca juga: Pace Kreatif, Gerakan Fotografer Jayapura yang Sulap Kampung Yoboi Jadi Destinasi Wisata

Disinggung soal adanya perdamaian antara pihak korban dan pelaku di Polresta Jayapura Kota, kata Kamal, itu terkait kasus penganiayaan yang dialami oleh keluarga dari korban. Bukan kasus dugaan rudapaksa yang dialami oleh siswi tersebut.

"Kedua belah pihak sepakat menyelesaikan kasus penganiayaan yang ditangani Polsek Heram hingga selesai di Polresta. Namun kami memonitor di media sosial terkait kasus dugaan kekerasan yang dialami oleh para remaja asli Papua yang diduga dilakukan beberapa oknum," pungkasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Papua
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved