Breaking News:

KKB Papua

Satu TNI Ditembak KKB Papua di Pegunungan Bintang, Kapendam XVII: Saya Masih Cari Informasi

Kelompok Separatis Bersenjata membakar sejumlah fasilitas umum serta kontak tembak dengan aparat kemanan. Prada Ansar terkena tembak di lengan kanan.

Editor: Paul Manahara Tambunan
istimewa
pemukiman warga yang terbakar akibat ulah KKB di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua 

TRIBUN-PAPUA.COM, JAYAPURA -  Aksi teror disertai pembakaran yang membuat merah langit Pegunungan Bintang, Papua, dilancarkan Kelompok Separatis Bersenjata, Senin (13/9/2021).

Mereka membakar sejumlah fasilitas umum serta kontak tembak dengan aparat kemanan.

Satu anggota Pos Pamtas Yonif 403/WP, Prada Ansar terkena tembak di lengan kanan.

Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Arm Reza Nur Patria ketika dikonfirmasi Tribun-Papua.com,  mengaku belum mendapatkan laporan kejadian itu.

"Saya sedang mencari informasi, bila ada perkembangan akan disampaikan. Terimakasih," kata Reza lewat pesan gawainya kepada Tribun-Papua.com.

Baca juga: KKB Papua Bikin Onar di Pegunungan Bintang, Fasilitas Kesehatan Dibakar dan 1 TNI Tertembak

Baca juga: Lukas Enembe: Bupati dan Wali Kota di Papua Wajib Dukung PON XX

Sementara itu, aksi teror KSB terjadi sekira pukul 09.45 WIT di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang.

Kontak tembak, antara KSB pimpinan Lamek Taplo dengan Satgas Pamtas Yonif 403/WP.

Informan Tribun-Papua.com menyebutkan gedung Puskesmas, salah satu Bank perwakilan dan rumah warga di bakar Kelompok separatis.

Baca juga: DPD Hanura Papua Fokus Sukseskan PON XX Ketimbang Bergulut Kursi Wakil Gubernur

Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari aparat Keamanan baik Kodam XVII/Cenderwasih maupun Polda Papua.

Sebelumnya, pada Rabu (8/9/2021) lalu, KKB yang dicap teroris oleh negara tersebut membakar sejumlah alat berat jenis ekskavator milik PT Wijaya Karya.

Kejadian pembakaran alat berat tersebut terjadi di kapung Magabib, Distrik Oksebang, Kabupaten Pegunungan Bintang (Pegubin), Papua.

Keberadaan PT Wijaya Karya di Pegubin untuk melakukan pengerjaan jalan Trans Papua.

Akibat aksi pembakaran tersebut, sebanyak 70 pekerja dari PT Wujaya Karya dievakuasi. (*)

Sumber: Tribun Papua
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved